Radarsampit.jawapos.com - Kecelakaan yang melibatkan kereta api dan kendaraan pengangkut barang terjadi di perlintasan kereta api (KA) Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Senin (10/3/2025).
Truk bermuatan pupuk tertabrak KA Kartanegara jurusan Malang-Purwokerto, di perlintasan KA sebidang tanpa palang pintu Desa Seketi sekitar pukul 11.00. Akibatnya, tiga orang mengalami luka dan satu orang meninggal dunia.
Kejadian itu bermula saat truk yang dikemudikan oleh Dafiq Ainul Fatoni, 51, warga Desa Janti, Wates, melintas dari arah timur ke barat.
Selain Dafiq, truk bernopol AG 8154 GD itu juga membawa penumpang bernama Saiful, 46, warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Di saat yang sama, KA Kartanegara Malang-Purwokerto dengan masinis Mas Arif Syaifudin, 33, melaju dari arah selatan ke utara.
Sirine panjang kereta api pun memekik sebelum moncong kereta menghantam truk yang sudah setengah jalan melintasi rel kereta api. Brakkk! Tabrakan pun tak terhindarkan.
“Padahal sudah diteriaki sama warga. Hop! Sepur, sepur,” ujar Fitri, 49, warga setempat, menirukan salah satu warga yang saat itu juga hendak menyeberang perlintasan kereta.
Menurutnya, saat itu kondisi perlintasan itu sepi. Hanya ada satu pengendara motor dan truk yang hendak menyeberang. Saking kerasnya hantaman, bagian depan KA nampak ringsek. Sedangkan truk pengangkut pupuk itu prak poranda tak berbentuk.
“Buanter suarane (kencang sekali suaranya, Red). Sampai berdengung,” lanjutnya.
Dikonfirmasi terkait kejadian itu, Kasatlantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara mengatakan, pengemudi truk sudah diperingatkan oleh salah satu saksi di lokasi.
Akibat kejadian itu, satu masinis luka-luka dilarikan ke RS Arga Husada. Sedangkan sopir dan penumpang truk dilarikan ke RSUD Gambiran karena mengalami luka berat.
“Truknya ini asalnya dari Wates. Tapi mau menuju kemana, masih kami dalami. Yang jelas ini truk dari Wates memuat pupuk sekitar 10 ton,” ujarnya, ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi yang dihimpun radar kediri (grup radar sampit) ini, Dafiq Ainul Fatoni, supir truk, masih menjalani perawatan intensif di intensive care unit (ICU) RSUD Gambiran.
Sedangkan Saiful yang berada di kursi penumpang dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Sementara itu, kecelakaan KA di persimpangan Seketi, Ngadiluwih kemarin juga membuat jadwal perjalanan KA molor lebih dari dua jam. Bahkan, ada juga yang perjalanannya harus dibatalkan.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Rokhmad Makin Zainul mengatakan, akibat kecelakaan tersebut lokomotif KA mengalami kerusakan dan belum bisa dioperasikan. Perjalanan KA relasi Malang–Purwokerto itu pun terlambat sekitar 1,5 jam.
Selanjutnya, KA Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar mengalami keterlambatan 135 menit di Kediri.
Menindaklanjuti insiden kemarin, menurut Zainul, PT KAI operstapen atau memindahkan penumpang KA ke KA Kahuripan, menuju ke Stasiun Blitar.
Di sana, penumpang diberi opsi untuk menggunakan KA Logawa relasi Ketapang–Purwokerto.
"Kami pastikan seluruh pelanggan dalam kondisi selamat dan situasi tetap kondusif. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan KA yang terdampak akibat kejadian ini," imbuh Zainul.
Untuk diketahui, selain keterlambatan dua KA, perjalanan tiga KA juga harus dibatalkan.
Yakni, KA Malioboro Ekspress lintas Kertosonono-Blitar-Malang, KA Commuter Line Penataran lintas Kras-Kertosono, serta KA Commuter Line Dhoho lintas Kertosono-Ngujang.
"Sebagai bentuk kompensasi, pelanggan KA Kertanegara (yang terlibat laka) dan KA Kahuripan (yang terdampak keterlambatan) telah menerima service recovery untuk keterlambatan lebih dari satu jam pertama," tandas Zainul. (jpg/sla)
Editor : Slamet Harmoko