Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Segera Diserahterimakan ke Pemkab Malang, Segini Biaya Revitalisasi Stadion Kanjuruhan

Slamet Harmoko • Sabtu, 1 Maret 2025 | 21:05 WIB
MENUNGGU SERAH TERIMA: Pengerjaan Stadion Kanjuruhan di desa Kedung pedaringan, Kecamatan Kepanjen rampung sejak akhir 2024. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)
MENUNGGU SERAH TERIMA: Pengerjaan Stadion Kanjuruhan di desa Kedung pedaringan, Kecamatan Kepanjen rampung sejak akhir 2024. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)

Radarsampit.jawapos.com - Proyek revitalisasi Stadion Kanjuruhan rampung akhir 2024 lalu, rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan serah terima dari Pementerian PU kepada Pemkab Malang.

Jika tidak ada kendala, serah terima stadion dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) ke Pemkab Malang dilakukan pekan depan, setelah Bupati Malang HM Sanusi pulang dari program retret di Akmil Magelang.

Serah terima stadion yang menghabiskan anggaran Rp 357 miliar untuk revitalisasi itu disampaikan oleh Kepala Badan Prasarana dan Permukiman (BPPW) Jawa Timur, Airyn Saputri Harahap.

Menurutnya semua proses untuk tahap serah terima sudah siap. Tinggal menunggu kedatangan Bupati Malang pulang dari retret.

”Hari ini (kemarin, 28/2) baru selesai retret. Kemungkinan baru kembali ke Malang besok (hari ini, 1/3). Pekan depan kami langsung proses untuk tanda tangan (serah terima),” terang Airyn.

Seperti diberitakan, revitalisasi Stadion Kanjuruhan digarap oleh PT Waskita Karya.

Revitalisasi stadion di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen itu menggunakan anggaran KEMENPUPR. Setelah rampung, langsung dilakukan serah terima.

Awalnya, serah terima dijadwalkan pada 21 Januari 2025 lalu, tapi molor karena masih perlu dilakukan check list dan risk assessment.

Lantaran checklist dan risk assessment yang sudah dila kukan pada Februari lalu, kini tinggal menunggu kepastian kapan akan diserah terimakan ke Pemkab Malang.

Terkait molornya jadwal serah terima awal, pihaknya mengaku menunggu kabar pasti pelantikan. Sebab, yang akan menandatangani adalah bupati terpilih hasil pilkada 2024.

”Awal Februari lalu sudah siap draftnya, tapi karena menunggu pelantikan dan retret bupati, jadi belum diserahkan,” imbuh dia.

Serah terima itu menjadi titik awal bagi Pemkab Malang untuk melengkapi kekurangan sarana dan prasarana (sarpras) di stadion berkapasitas 21 ribu penonton tersebut.

 

Sebab berdasar hasil risk assessment dari Polda Jatim pada 3 Februari lalu, disebutkan bahwa masih banyak kekurangan terkait sarana penunjang infrastruktur, sehingga dinyatakan tidak layak.

Di antara kekurangannya adalah ruang medis pemain yang tidak ada peralatan seperti kasur dan alat-alat kesehatan, tidak ada meja dan sofa di tribun VVIP atau royal box, serta ruang steward pertandingan dan konferensi pers masih kosong melompong.

Perlengkapan tersebut baru bisa dilakukan setelah serah terima dilakukan.

Kekurangan lain adalah penambahan atap atau pagar di tangga gate 13 sesuai permintaan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

”Itu nanti (kewenangan) Pemda setelah serah terima. Nanti tinggal diskusi lebih lanjut antara Pemda dengan keluarga korban dan Arema FC,” tandas dia. (biy/dan/rm/jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#kanjuruhan #pemkab malang #bupati malang #stadion kanjuruhan #revitalisasi stadion #Bupati malang sanusi #stadion #malang #revitalisasi stadion kanjuruhan