Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Keterlibatan UMKM Dinilai Penting dalam Program Makan Bergizi Gratis

Gunawan. • Sabtu, 18 Januari 2025 | 20:51 WIB
Sejumlah siswa sekolah dasar melaksanakan uji coba makan bergizi gratis di SDN 04 dan 05 Sukasari, Kota Tangerang. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
Sejumlah siswa sekolah dasar melaksanakan uji coba makan bergizi gratis di SDN 04 dan 05 Sukasari, Kota Tangerang. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat sorotan karena dampaknya yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Terutama di kalangan pelajar.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menekankan bahwa peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat krusial dalam mendukung keberhasilan program ini.

Ia menjelaskan bahwa pola kemitraan dapat menjadi kunci keberhasilan, mencakup pembentukan dapur bersama, penyediaan bahan baku, produksi makanan, hingga distribusi.

”Melalui kemitraan ini, UMKM tidak hanya berkontribusi dalam produksi makanan, tetapi juga mendapatkan manfaat langsung untuk mengembangkan usaha mereka,” ujar Maman.

Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM tidak hanya meningkatkan kapasitas mereka sebagai produsen, tetapi juga memperkuat peran UMKM dalam rantai pasok pangan nasional.

Pemerintah, melalui Badan Gizi Nasional, telah merancang strategi implementasi untuk memberdayakan UMKM lokal.

Langkah ini melibatkan penyediaan bahan pokok seperti beras, sayuran, dan daging yang diproduksi oleh UMKM setempat.

Sosialisasi kepada pemerintah daerah juga dilakukan untuk memastikan partisipasi aktif UMKM di berbagai wilayah.

Program MBG tidak hanya berdampak langsung pada penerima manfaat, tetapi juga membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang.

Dengan terlibat dalam program ini, UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, dan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

Hal ini mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat perekonomian di tingkat masyarakat.

Di Kota Bandung, pelaksanaan program MBG menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan.

Program ini menyasar 62.000 siswa dari total 310.000 siswa tingkat SD dan SMP. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan yang disediakan.

Selain itu, program ini melibatkan petani lokal melalui inisiatif Buruan Sae, yang memanfaatkan urban farming untuk mendukung ketahanan pangan.

”Kami juga memanfaatkan dapur Dahsat (Dapur Sehat Atasi Stunting) di tingkat kelurahan untuk memperkuat program ini,” ujar Gin Gin.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, menambahkan bahwa pihaknya tengah merancang sistem rantai pasok bahan pangan yang melibatkan UMKM secara optimal.

”Kami berharap UMKM dapat menjadi penyedia utama bahan baku dalam program ini,” katanya.

Dengan sinergi antara UMKM, petani lokal, dan pemerintah, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membawa dampak ekonomi positif yang berkelanjutan.

Program ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat UMKM sebagai penggerak utama ekonomi rakyat dan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Editor : Gunawan.
#UMKM #program Makan Bergizi Gratis