Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sampai Kapan Minyak di Negeri Arab Habis? Begini Penjelasannya

Sabrianoor • Minggu, 10 November 2024 | 18:47 WIB
EKSPLORASI: Kilang minyak bumi di Arab Saudi.
EKSPLORASI: Kilang minyak bumi di Arab Saudi.

Radarsampit.jawapos.com – Kawasan Timur Tengah, baik di Semenanjung Arabia, Persia, hingga Afrika Utara diperkirakan menyimpan separuh energi dari bahan bakar fosil di dunia, baik berupa minyak bumi maupun gas alam.

Kekayaan minyak dan gas di wilayah ini disebabkan proses geologis yang berlangsung selama jutaan tahun.

Setidaknya ada empat faktor kunci yang membuat kawasan ini memiliki cadangan minyak yang melimpah, yaitu:

 

  1. Kondisi Geologis dan Fosil Laut Purba

Jutaan tahun lalu, wilayah Timur Tengah adalah dasar laut dangkal yang penuh dengan kehidupan laut.

Ketika organisme-organisme laut mati, mereka terkubur di bawah lapisan sedimen yang tebal.

Tekanan dan panas dari lapisan tersebut selama jutaan tahun mengubah sisa-sisa organisme menjadi minyak dan gas alam.

 

  1. Tektonik Lempeng dan Formasi Batuan

Wilayah Arab berada di persimpangan antara lempeng tektonik Eurasia, Afrika, dan Arab.

Interaksi dan pergerakan lempeng-lempeng ini menciptakan tekanan dan panas yang ideal untuk pembentukan minyak.

Selain itu, pergerakan ini menciptakan perangkap-perangkap geologis (seperti lipatan dan patahan) di mana minyak dapat terperangkap dalam jumlah besar.

 

  1. Cekungan Sedimen yang Ideal

Kawasan Timur Tengah memiliki cekungan sedimen yang luas dan dalam, yang merupakan struktur geologis yang cocok untuk pembentukan dan penyimpanan minyak.

Cekungan sedimen ini menciptakan kondisi tekanan tinggi yang membantu konversi bahan organik menjadi minyak bumi.

 

  1. Minim Aktivitas Tektonis dan Vulkanis

Lempeng Arab merupakan lempeng yang stabil. Selain itu, juga bukan merupakan wilayah yang dilalui jalur gunung api.

Hal ini menyebabkan minyak yang terkubur jutaan tahun yang lalu tidak mengalami kerusakan ataupun reaksi yang diakibatkan gempa tektonik maupun aktivitas vulkanis.

Eksplorasi minyak di Timur Tengah dimulai pada awal abad ke 20.

Pada Tahun 1933, Arab Saudi menandatangani perjanjian dengan perusahaan minyak Amerika, Standard Oil of California (yang kemudian menjadi Chevron), untuk melakukan eksplorasi minyak.

Perusahaan ini diberikan konsesi untuk mengeksplorasi minyak di wilayah timur Arab Saudi.

Awalnya pengeboran tidak menemukan minyak dalam jumlah besar.

Baru lima tahun kemudian di distrik Dammam yang terletak di dekat kota Dhahran, di wilayah timur Arab Saudi, eksplorasi menuai hasil.

Minyak bumi dalam jumlah besar pun ditemukan Penemuan ini menjadi titik awal pengembangan industri minyak besar-besaran di Arab Saudi dan negara di timur tengah lainnya.

Di era 1990 an, teknologi transportasi berkembang sangatlah pesat.

Ketika Jepang mampu memproduksi kendaraan bahabn bakar minyak dengan biaya yang lebih efisien dan memasarkannya ke seluruh dunia.

Produk seperti Honda, Suzuki, Toyota telah membanjiri pasaran dan peningkatan kendaraan jauh lebih banyak dari sebelumnya.

Peningkatan ini tentunya dibarengi dengan permintaan energi yang tinggi yaitu minyak bumi.

Bahan bakar fosil ini pun menjadi komoditi berharga dan minyak terus meroket harganya.

Negeri-negeri Arab untung besar, menyulap daerah tandus tersebut menjadi kawasan elit di dunia.

Namun, minyak sebagai sumber daya yang sukar diperbaharui, menjadi pertanyaan baru, sampai kapan cadangan minyak di Timur Tengah akan habis?

Sedangkan diketahui industri bahan bakar di kawasan itu akan menghadapi banyak tantangan di masa depan.

Beberapa negara Timur Tengah mungkin kehabisan bahan bakar fosil dalam dua dekade mendatang.

Para analis mengungkapkan, umur cadangan ini bergantung pada seberapa cepat minyak diekstraksi.

Berdasarkan data terbaru, Arab Saudi memproduksi sekitar 10 juta barel per hari, sementara negara-negara lain di kawasan juga mempertahankan produksi yang tinggi.

Tiga faktor di bawah ini sangat mempengaruhi ketersediaan minyak bumi di Timur Tengah, yaitu:

  1. Penemuan Baru dan Peningkatan Pemulihan

Perusahaan minyak terus menemukan ladang baru, dan teknologi ekstraksi yang lebih baik, seperti pemulihan minyak yang ditingkatkan (EOR), dapat membantu memperpanjang umur ladang yang ada.

  1. Peralihan ke Energi Terbarukan

Dorongan global terhadap energi terbarukan dan target net-zero dapat secara signifikan mengurangi permintaan minyak dalam beberapa dekade mendatang, sehingga dapat memperlambat laju pengurasan minyak.

  1. Permintaan Pasar

Negara-negara berkembang, terutama di Asia, kemungkinan akan terus menuntut hidrokarbon di kawasan ini.

Di mana kendaraan berbahan bakar minyak masih menjadi primadona serta kesadaran transisi energi yang masih kurang. (sbn)

Referensi: BBC, Wikipedia, New York Times, India Times

Editor : Gunawan.
#arab saudi #minyak #timur tengah