Petugas Karhutla Berguguran, Irawati Ingatkan Jangan Paksa Diri Saat Kondisi Menurun

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 21:21 WIB
PEMADAMAN: Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut Km 7-8, Sampit, belum lama tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
PEMADAMAN: Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Jalan Tjilik Riwut Km 7-8, Sampit, belum lama tadi. FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai menurun.

Imbauan ini disampaikan setelah sejumlah petugas dilaporkan pingsan saat menjalankan tugas di lapangan.

Irawati mengatakan, keselamatan dan kesehatan petugas maupun relawan di garis depan harus menjadi perhatian utama. Mereka bekerja dalam kondisi yang tidak mudah, sehingga menjaga stamina menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas penanganan karhutla.

Baca Juga: Keluhan Jalan dan Jembatan Mendominasi Reses, DPRD Kalteng Minta Pemerintah Lebih Serius

“Saya mengimbau seluruh personel, baik dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, relawan maupun unsur lainnya, agar selalu menjaga kondisi tubuh, cukup istirahat, serta tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan,” kata Irawati.

Sebelumnya, Selasa (22/9), Irawati mendapat laporan dua personel pingsan saat bertugas menangani karhutla. Sehari kemudian, Rabu (23/9), seorang anggota Regu 6 Tagana juga dilaporkan pingsan ketika bertugas memadamkan karhutla di wilayah Tanah Mas.

Baca Juga: Di Tengah Asap Karhutla, Dukungan BGA Group Bergerak ke Sejumlah Titik di Kalteng

Selama dua hari tersebut, Irawati mendatangi UGD Puskesmas Baamang 2 untuk melihat langsung kondisi para petugas. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat agar kondisi kesehatan personel tidak diabaikan di tengah penanganan karhutla yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

“Tugas kita penting, tetapi keselamatan jiwa jauh lebih utama. Tetap semangat, tetap waspada, dan jangan ragu untuk beristirahat ketika diperlukan,” ujarnya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
musim kering kemarau kotim kabut asap karhutla