SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tradisi Mandi Safar kembali dilaksanakan masyarakat Kecamatan Kotabesi, Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (12/8/2026).
Kegiatan yang diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memanjatkan doa bersama.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengatakan, Mandi Safar tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan mandi di sungai. Tradisi tersebut memiliki nilai sosial dan keagamaan yang kuat, terutama sebagai wujud syukur serta doa agar masyarakat terhindar dari berbagai mara bahaya.
Baca Juga: Atraksi Pawai Pembangunan HUT RI di Kotim Dibatasi Maksimal Lima Menit
“Mandi Safar bukan sekadar mandi di sungai, tetapi ini adalah wujud syukur, tolak bala, dan doa bersama agar kita semua dijauhkan dari mara bahaya, penyakit, dan segala bentuk musibah sepanjang tahun,” kata Irawati.
Menurutnya, pelaksanaan Mandi Safar tahun ini bertepatan dengan Arba Mustamir atau Rabu Mustamir yang diyakini masyarakat sebagai momentum untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan tersebut diisi dengan zikir, doa, tolak bala, silaturahmi, serta mempererat kebersamaan antarwarga.
Irawati menyambut baik sekaligus mengapresiasi pelestarian tradisi Mandi Safar sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Kotim. Ia menegaskan, tradisi tersebut perlu dijaga selama pelaksanaannya tetap berpegang pada nilai-nilai syariat dan tidak bertentangan dengan akidah.
Baca Juga: SMPN 13 Palangka Raya Jadi KSRG Keenam, Transformasi Digital Makin Digenjot
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, tradisi dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus identitas diri, namun tetap harus diimbangi dengan keterbukaan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Jadikan momentum ini untuk muhasabah diri, jaga kerukunan dan gotong royong, lestarikan budaya, serta tetap menjaga syariat. Semoga melalui kegiatan Mandi Safar tahun 2026 ini kita semakin mempererat silaturahmi, meningkatkan rasa syukur, memperkuat persaudaraan, dan mendapatkan keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT,” pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor