SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memasuki usia ke-34 pada 2026. Berbeda dengan momentum ulang tahun yang biasanya diisi berbagai kegiatan, tahun ini PWI Kotim memilih tidak menggelar perayaan secara khusus.
Ketua PWI Kotim Siti Fauziah mengatakan, tidak adanya agenda perayaan khusus bukan berarti momentum hari jadi tersebut berlalu begitu saja.
Usia 34 tahun justru menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memperkuat peran wartawan di tengah perkembangan dunia pers yang terus berubah.
“Untuk HUT ke-34 tahun ini memang tidak ada perayaan secara khusus. Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai refleksi bagi organisasi dan seluruh anggota,” kata Siti Fauziah, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, perjalanan selama 34 tahun tentu bukan waktu yang singkat. PWI Kotim telah melewati berbagai dinamika, termasuk perubahan pola kerja jurnalistik seiring berkembangnya teknologi dan media digital.
Karena itu, ia berharap usia ke-34 menjadi momentum bagi anggota PWI Kotim untuk semakin meningkatkan profesionalisme dan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.
“Yang paling penting bagaimana wartawan tetap menjaga profesionalisme, independensi dan kepercayaan masyarakat. Tantangan pers sekarang semakin kompleks sehingga kompetensi dan integritas harus terus dijaga,” ujarnya.
Siti juga menekankan bahwa keberadaan organisasi wartawan tidak sebatas menjadi wadah berhimpun. PWI memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia wartawan serta menjaga marwah profesi jurnalistik.
Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, menurutnya, pers justru dituntut semakin kuat menjalankan fungsi verifikasi. Produk jurnalistik harus mampu memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Momentum HUT ke-34 ini juga diharapkan semakin memperkuat kebersamaan antaranggota PWI Kotim. Organisasi tersebut akan terus mendorong anggotanya menjalankan tugas jurnalistik secara profesional sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Semoga PWI Kotim semakin solid, wartawannya semakin profesional dan tetap menjadi organisasi yang mampu menjaga marwah pers,” pungkasnya. (ang/sla)
Editor : Slamet Harmoko