Antrean BBM di Sejumlah SPBU Sampit Mengular, Warga Keluhkan Waktu Terbuang

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 17:28 WIB
ANTRE: Antrean kendaraan di SPBU Jalan Sudirman km 3, Senin (3/8/2026). (yuni/radar sampit)
ANTRE: Antrean kendaraan di SPBU Jalan Sudirman km 3, Senin (3/8/2026). (yuni/radar sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Antrean kendaraan untuk mengisi BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Sampit kembali mengular, Senin (3/8/2026).

Bahkan, di SPBU Jalan Pelita, Jalan MT Haryono dan Jalan Sudirman km 3, antrean mobil terlihat memanjang hingga keluar area SPBU dan sampai ke depan Bundaran Balanga. 

Berdasarkan video kiriman warga yang diterima Radar Sampit, antrean kendaraan bergerak sangat lambat. Sejumlah pengendara tampak harus menungu cukup lama untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.

Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang bekerja dan tidak memiliki banyak waktu untuk mengntre berjam-jam.

Salah seorang warga Irwan, mengaku terpaksa beralih membeli Pertamax karena tidak sanggup menunggu antrean Pertalite yang terlalu panjang. Padahal, ia telah memiliki QRcode untuk pembelian BBM subsidi.

"Kalau isi Pertamax penuh, selisih biayanya bisa sampai Rp100 ribu dibanding Pertalite. Mau antre lama juga tidak bisa karena saya harus bekerja," ujarnya.

Sementara, Raihan warga lainnya memilih untuk tetap antre BBM segera setelah pulang dari kantor. 

"Kebetulan pulang kantor langsung antre saja. Walaupun antreannya panjang sampai keluar SPBU," ucapnya. 

Sementara itu, Bupati Kotim mengatakan pemerintah daerah akan segera meminta penjelasan kepada Pertamina terkait penyebab antrean tersebut.

Menurutnya, antrean diduga terjadi akibat pasokan yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan BBM selama musim kemarau, termasuk untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita akan panggil pihak Pertamina untuk mengetahui penyebab pastinya. Kalau memang kuotanya kurang, tentu akan kita usulkan penambahan sesuai kebutuhan masyarakat," tegas Halikinnor. (yn/sla)

Editor : Slamet Harmoko
antrean bbm di sampit BBM sampit pertalite pertamax