Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

MPLS di Kotim Jadi Ajang Pembentukan Karakter: Fokus Kedisiplinan hingga Larangan Perundungan

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:20 WIB
TAHUN AJARAN BARU: Wabup Kotim Irawati menyematkan tanda peserta kepada siswa-siswi baru SMPN 1 Sampit saat pembukaan MPLS, Senin (13/7/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
TAHUN AJARAN BARU: Wabup Kotim Irawati menyematkan tanda peserta kepada siswa-siswi baru SMPN 1 Sampit saat pembukaan MPLS, Senin (13/7/2026). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum menanamkan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian sejak hari pertama masuk sekolah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotim Irawati saat membuka kegiatan MPLS di SMP Negeri 1 Sampit, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, masa transisi dari sekolah dasar ke jenjang sekolah menengah pertama merupakan fase penting dalam pembentukan kepribadian anak.

Baca Juga: Dana Transfer Belum Final, APBD Kotim 2027 Masih Bisa Berubah

"Yang dulunya mereka dianggap masih anak-anak, mudah-mudahan setelah memasuki jenjang sekolah menengah pertama mereka memiliki kemandirian, keberanian, karakter yang lebih baik, dan tentunya memiliki adab," ujarnya.

Irawati menilai usia SMP merupakan periode ketika rasa ingin tahu anak mulai berkembang pesat. Karena itu, peran guru di sekolah dan orang tua di rumah menjadi sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter serta mampu mengambil keputusan yang tepat.

Selain pembentukan karakter, ia juga menekankan pentingnya membiasakan anak melakukan berbagai aktivitas secara mandiri. Mulai dari bangun pagi, menyiapkan perlengkapan sekolah, hingga berangkat ke sekolah sendiri apabila kondisi memungkinkan.

Baca Juga: MPLS di Kotim Fokus pada Karakter, Disdik Janji Tindak Tegas Segala Bentuk Kekerasan

"Sudah saatnya mereka memiliki kemandirian, mulai dari bangun tidur, menyiapkan pakaian, hingga berangkat ke sekolah sendiri jika rumahnya dekat atau memiliki sepeda. Jangan sampai menggunakan sepeda motor karena belum cukup usia," tegasnya.

Irawati juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan telepon pintar. Menurutnya, gawai dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, namun penggunaannya harus dibatasi agar tidak mengganggu proses pendidikan maupun perkembangan psikologis anak.

"Sebaiknya penggunaan gadget dibatasi waktunya. Di sekolah juga ada aturan mengenai penggunaan gadget. Intinya, manfaatkan gadget untuk hal-hal yang positif," katanya. (yn/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#sekolah #pendidikan #kotim #tahun ajaran baru #mpls