Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Petani Sampit Mengeluh, Pupuk Subsidi Kurang dan Lahan Sering Kebanjiran

Siti Fauziah • Kamis, 2 Juli 2026 | 21:12 WIB
PANEN JAGUNG : Para petani foto bersama dengan petugas penyuluh pertanian dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan MB Ketapang Ny Nurainah Irpansyah didampingi Sekretaris Lurah Ketapang Yulia Rahma usai panen jagung di Jalan Teratai V Sampit, Kamis (2/7/2027). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
PANEN JAGUNG : Para petani foto bersama dengan petugas penyuluh pertanian dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan MB Ketapang Ny Nurainah Irpansyah didampingi Sekretaris Lurah Ketapang Yulia Rahma usai panen jagung di Jalan Teratai V Sampit, Kamis (2/7/2027). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Keterbatasan pupuk subsidi masih menjadi persoalan utama yang dikeluhkan petani di Kotawaringin Timur (Kotim), termasuk di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang berada di wilayah ibu kota kabupaten.

Sejumlah petani hortikultura meminta pemerintah menambah alokasi pupuk subsidi agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Keluhan tersebut disampaikan anggota Kelompok Tani Karya Indah, Taufik (52), bersama petani lainnya saat ditemui di sela panen jagung, Kamis (2/7/2026).

“Kami sangat berharap ada tambahan jatah pupuk subsidi. Sampai sekarang masih sulit mendapatkan pupuk subsidi sesuai kebutuhan,” ujar Taufik.

Baca Juga: Pengguna WhatsApp Kini Bisa Sembunyikan Nomor Telepon

Petani yang telah puluhan tahun menggeluti sektor pertanian itu mengaku selama ini lebih banyak menggunakan pupuk nonsubsidi karena jatah pupuk subsidi yang diterima sangat terbatas.

“Kalau dapat pupuk subsidi paling hanya satu atau dua karung, padahal kebutuhan lebih dari itu. Akhirnya terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya sangat mahal. Keuntungan jadi tidak seberapa, apalagi kalau gagal panen karena cuaca,” katanya.

Selain persoalan pupuk, Taufik juga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi sungai di sekitar lahan pertanian yang dipenuhi rumput dan gulma. Menurutnya, kondisi tersebut menghambat aliran air dan menyebabkan lahan pertanian sering terendam saat musim hujan.

Baca Juga: Mengulas Mitos Tentang Kehadiran Cicak di Rumah Kita. Apakah Pertanda Baik atau Buruk?

“Kebun kami di Jalan Teratai V dan sekitarnya sering kebanjiran ketika hujan deras karena aliran sungai tersumbat. Kami berharap pemerintah bisa membantu membersihkan sungai menggunakan alat berat,” pintanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Balai Pertanian Pelangsian, Syahrul SST, mengatakan persoalan pupuk subsidi memang menjadi keluhan utama petani selama ini. Namun, alokasi pupuk subsidi ditetapkan pemerintah pusat dan penyalurannya diatur melalui regulasi tertentu.

Ia menjelaskan, tidak semua komoditas pertanian berhak menerima pupuk subsidi. Di Kotim, komoditas yang masuk dalam program subsidi hanya jagung, cabai, dan padi.

Baca Juga: Antisipasi El Nino, Seruyan Matangkan Kesiapsiagaan Karhutla

“Keluhan terbesar petani memang harga pupuk yang mahal dan jatah pupuk subsidi yang masih sangat terbatas. Belum semua petani bisa mendapatkan pupuk subsidi, dan kalaupun mendapat, jumlahnya masih sedikit,” jelas Syahrul.

Menurut dia, alokasi pupuk subsidi untuk Kecamatan Mentawa Baru Ketapang pada tahun ini hanya mencapai 60 ton. Jumlah tersebut harus dibagikan kepada lebih dari 1.000 petani yang tergabung dalam 46 kelompok tani.

“Jika melihat jumlah petani dan luas lahan yang dikelola, 60 ton jelas masih sangat kurang. Apalagi sebenarnya terdapat 78 kelompok tani di wilayah ini, sehingga belum semuanya bisa menikmati pupuk subsidi,” ujarnya.

Baca Juga: Durian dari Kalbar Mulai Banjiri Sukamara

Syahrul menambahkan, pupuk subsidi sangat membantu petani, terutama petani hortikultura yang membudidayakan cabai, jagung, mentimun, dan berbagai jenis sayuran lainnya.

“Harga pupuk subsidi sesuai HET hanya sekitar Rp92 ribu per sak ukuran 50 kilogram. Sementara pupuk nonsubsidi bisa mencapai Rp800 ribu per sak, bahkan lebih. Selisihnya sangat jauh,” katanya.

Ia menilai tanpa dukungan pupuk subsidi, keuntungan petani akan semakin kecil dan berpotensi merugi, terutama saat cuaca tidak mendukung. Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap ketahanan pangan daerah.

Baca Juga: Layanan SKCK Keliling Mencangkai Wilayah Hulu

Karena itu, pemerintah telah mengajukan tambahan alokasi pupuk subsidi sebanyak 500 ton untuk Kabupaten Kotawaringin Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 ton diusulkan untuk petani di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Mudah-mudahan bulan ini tambahan pupuk tersebut sudah bisa dikirim sehingga segera didistribusikan kepada petani melalui distributor dan gabungan kelompok tani,” pungkasnya. (gus)

Editor : Farid Mahliyannor
#mentawa baru ketapang #petani #kelompok tani #pertanian #pupuk