Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mulai Dipercantik, Bundaran 0 Kilometer Sampit Mungkinkah Berganti Wajah?

Usay Nor Rahmad • Minggu, 7 Juni 2026 | 11:32 WIB
Bundaran 0 Kilometer Sampit, tampak dirombak dari sisi tamannya. Masyarakat berharap landmark ini akan lebih estetik dan ikonik. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Bundaran 0 Kilometer Sampit, tampak dirombak dari sisi tamannya. Masyarakat berharap landmark ini akan lebih estetik dan ikonik. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Wajah salah satu landmark paling dikenal di Kota Sampit mulai berubah. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memulai rehabilitasi kawasan Bundaran 0 Kilometer yang selama ini menjadi ikon pusat kota.

Proses pembenahan taman di sekeliling bundaran mulai terlihat sejak Jumat (6/6/2026).

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja melakukan pembongkaran taman yang mengelilingi bundaran. Beberapa tanaman dipindahkan, sementara area lanskap mulai ditata ulang sebagai bagian dari proyek rehabilitasi.

Pemandangan itu langsung mengundang perhatian warga yang melintas.

Banyak yang menyambut positif langkah tersebut, namun di saat yang sama muncul pertanyaan, apakah rehabilitasi ini hanya sebatas mempercantik taman atau benar-benar menghadirkan wajah baru bagi Bundaran 0 Kilometer Sampit?

Selama ini masyarakat lebih mengenal lokasi tersebut sebagai Bundaran Polres atau Bundaran Pemda. Letaknya berada di titik pertemuan empat ruas jalan utama, yakni Jalan Achmad Yani, Jalan Tjilik Riwut, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Kapten Mulyono.

Posisi yang strategis menjadikannya salah satu simpul lalu lintas tersibuk sekaligus titik orientasi bagi siapa saja yang memasuki pusat Kota Sampit.

Di tengah bundaran berdiri sebuah monumen berbentuk tugu yang menjulang tinggi. Siluetnya kerap disebut menyerupai Monumen Nasional (Monas) di Jakarta sehingga mudah dikenali sebagai salah satu penanda Kota Sampit.

Bagi warga, rehabilitasi ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan identitas baru yang lebih kuat. Mereka berharap pembenahan tidak berhenti pada pergantian tanaman atau perapian taman, tetapi juga menyentuh aspek estetika dan karakter daerah.

"Kalau memang direnovasi, semoga hasilnya lebih menarik. Bundaran ini kan ikon Sampit, jadi sayang kalau tampilannya biasa saja," ujar Yudi, salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Harapan serupa juga datang dari pengguna jalan lainnya. Mereka menginginkan bundaran tersebut memiliki ciri khas yang lebih mencerminkan Sampit dan Kabupaten Kotawaringin Timur, baik melalui ornamen budaya, elemen Sungai Mentaya, pencahayaan artistik, maupun ruang hijau yang lebih tertata.

Selama bertahun-tahun, Bundaran 0 Kilometer menjadi latar berbagai aktivitas masyarakat. Selain berfungsi mengatur arus kendaraan dari empat penjuru kota, kawasan ini juga kerap dijadikan lokasi berfoto, titik kumpul, hingga penanda arah bagi pendatang.

Karena berada di jantung kota, wajah bundaran dinilai ikut mencerminkan citra Sampit. Penataan yang lebih modern dan berkarakter diyakini dapat memperkuat identitas kota sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman dan menarik.

Kini, masyarakat tinggal menunggu seperti apa hasil akhir rehabilitasi tersebut. Apakah Bundaran 0 Kilometer hanya tampil lebih rapi, atau benar-benar berganti wajah menjadi landmark baru yang mampu menjadi kebanggaan warga sekaligus daya tarik bagi setiap orang yang datang ke Kota Sampit. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Bundaran 0 KM Sampit #sampit #kotim