Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Atasi Genangan Saat Hujan, Dua Jalan Utama Sampit Segera Dibedah

M. Akbar • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:37 WIB
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan kedua proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan lelang.  (Akbar/Radar Sampit)
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan kedua proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan lelang. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) segera melakukan pembenahan sistem drainase di dua ruas jalan utama Kota Sampit, yakni Jalan Tjilik Riwut dan Jalan DI Panjaitan.

Proyek tersebut diprioritaskan untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi saat hujan deras sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan kedua proyek saat ini masih dalam tahap persiapan lelang.

“Ada beberapa kegiatan drainase tahun ini. Yang utama di jalan utama ada dua, yakni di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Kalau drainase lingkungan juga ada,” ucapnya, Kamis (4/6).

Menurut Mentana, proses lelang diperkirakan berlangsung selama satu bulan. Apabila berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik dapat dimulai setelah kontrak ditandatangani pada pertengahan Juli mendatang.

Jalan Tjilik Riwut menjadi salah satu prioritas karena merupakan akses utama keluar masuk Kota Sampit. Selain itu, ruas jalan tersebut sering mengalami genangan saat hujan dan kondisi jalannya mulai mengalami kerusakan akibat sistem drainase yang belum optimal.

“Untuk tahap pertama kurang lebih sekitar 600 meter. Kawasan itu menjadi perhatian karena sering banjir dan kondisi jalannya juga sudah mengalami kerusakan,” terangnya.

Penanganan tahap awal di Jalan Tjilik Riwut akan dilakukan sepanjang sekitar 600 meter, mulai kawasan Wengga Metropolitan menuju pusat kota. Pemerintah daerah menilai kapasitas drainase yang ada saat ini sudah tidak mampu mengimbangi perkembangan kawasan tersebut.

“Tjilik Riwut ini akses utama masuk ke Sampit. Kapasitas jalannya sudah perlu ditingkatkan dan drainasenya juga belum optimal. Itu sebabnya kita dahulukan,” jelas Mentana.

Sementara itu, pembangunan drainase di Jalan DI Panjaitan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimulai dari bagian hilir atau muara saluran, yakni kawasan Jembatan Sei Mentawa hingga Jalan Pelita.

Menurut Mentana, metode tersebut dipilih agar aliran air memiliki jalur pembuangan yang jelas sebelum pembangunan dilanjutkan ke bagian hulu.

“Konsepnya kita mulai dari muaranya dulu supaya aliran air punya jalur pembuangan yang jelas. Kalau bagian atas dulu yang dibangun, nanti airnya mau dibuang ke mana. Jadi kita kerjakan bertahap dari bawah ke atas,” ujarnya.

Melalui pembangunan dua proyek drainase tersebut, Pemkab Kotim berharap persoalan genangan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat berkurang, sekaligus meningkatkan kelancaran sistem drainase di kawasan perkotaan Sampit.  (Ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#genangan #banjir #sampit #kotim #jalan