SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus memperkuat upaya penurunan angka stunting dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) hingga pemerintah desa.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim Umar Kaderi mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan angka stunting yang saat ini masih berada di angka 21,6 persen.
“Selama ini kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pihak perusahaan dan desa. Mereka sudah menyisihkan sebagian dana CSR dan dana desa, meskipun angkanya belum terlalu besar,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Fraksi PAN DPRD Kotim Keberatan PSU Rusak Dialihkan ke Pemda
Menurutnya, peran perusahaan cukup signifikan dalam mendukung pnecegahan stunting, terutama di wilayah sekitar operasional. Namun, pelaksanaanya dinilai masih belum terstruktur dan belum menjangkau seluruh wilayah secara optimal.
“Perusahaan sudah berkontribusi, tetapi masih terbatas di sekitar wilayahnya masing-masing. Ini yang terus kita dorong agar bisa lbeih maksimal,” jelasnya.
Selain dukungan pembiayaan, upaya penanganan juga dilakukan melalui pemberian makanan tambahan oleh puskesmas, kader posyandu, serta berbagai program intervensi lainnya guna mencegah munculnya kasus baru.
Baca Juga: DLH Kotim Targetkan Peningkatan PAD Lewat Skema BLUD
“Kita berharap dengan pemberian makanan tambahan dan intervensi yang dilakukan, tidak muncul lagi kasus stunting baru, dan yang sudah ada bisa ditangani,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) saja, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari kecamatan, desa, hingga masyarakat.
“Harapan kita ada komitmen bersama dari camat, kepala desa, dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama memerangi stunting di Kotim,” tegasnya.
Baca Juga: Bank Kalteng Hadir di Bukit Jaya, Dorong Akses Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi
Umar juga mengakui bahwa kendala di lapangan tidak hanya terkait keterbtasan anggaran, tetapi juga rensdahnya kesadaran masyarakat serta kondisi ekonomi yang memengaruhi pola hidup sehat.
“Keinginan masyarakat sebenarnya besar, tetapi pemahaman masih kurang, ditambah kondisi ekonomi yang menjadi tantangan,” terangnya.
Dengan kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap angka stunting dapat ditekan hingga mendekati target nasional yang berada di kisaran 14 hingga 15 persen. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor