Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

PAUD Dinilai Kunci Atasi Anak Tidak Sekolah di Kotim

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 5 Mei 2026 | 20:40 WIB
FOTO BERSAMA: Seminar Pendidikan yang digelar KKKTK Kotim di Aula Sei Mentaya Bapperida Kotim, Selasa (5/5/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
FOTO BERSAMA: Seminar Pendidikan yang digelar KKKTK Kotim di Aula Sei Mentaya Bapperida Kotim, Selasa (5/5/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi pengingat serius, karena masih tinggiya angka anak tidak sekolah (ATS) di daerah.

Kondisi ini dinilai tidak bisa ditangani setengah hati, melainkan harus dimulai dari penguatan pendidikan sejak usia dini.

Hal itu disampaikan Bunda PAUD Kotim Khairiah Halikinnor dalam Seminar Pendidikan yang digelar Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak (KKKTK) Kotim di Aula Sei Mentaya Bapperida Kotim, Selasa (5/5).

Baca Juga: Pengembang Nakal PSU Terancam Dicabut Izin. Fraksi PKB DPRD Kotim Desak Sanksi Tegas

Ia menegaskan, persoalan ATS dan rendahnya angka partisipasi sekolah (APS) merupakan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Kita masih menghadaoi meningkatnya angka anak tidak sekolah dan belum optimalmya partisipasi sekolah. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menurutnya, upaya menekan angka tersebut tidak cukup hanya di jenjang pendidikan dasar dan menengah, tetapi harus dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama.

Baca Juga: Baru Dikeluhkan, Sampah di Taman Kota Sampit Langsung Disikat Bersih!

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari PAUD.

“Anak yang mendapatkan layanan PAUD berkualitas akan memiliki kesiapan belajar lebih baik, karakter lebih kuat, serta peluang keberhasilan yang lebih tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingaytkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan potensi anak.

Baca Juga: Sebar Edaran ke SPBU, Pemkab Katingan Batasi Pembelian BBM

Nilai - nilai yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui konsep asah, asih, dan asuh, dinilai masih relevan dan perlu diterapkan dalam pembelajaran.

Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan terus mendorong pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pemahaman, pengalamanbelajar, dan pembentukan karakter.

Untuk mendukung hal tersebut, sejumlah langkah strategis dinilai perlu diperkuat, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, hingga pneguatan literasi dan numerasi.

Baca Juga: Pertama di Kalteng, Dishub Kotim Terapkan Ketok Chasis Otomatis untuk KIR

Selain itu, lingkungan belajar yang aman dan menyebangkan juga menjadi faktor penting dalam menunjang perkembangan anak.

“Seminar pendidikan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mendorong lahirnya komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan yang inklusif dan merata, khususnya di Kotim,” harap Bunda PAUD Kotim. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#Hardiknas #ATS #pendidikan #kotim #PAUD