SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemanfaatan bantuan infrastruktur pendidikan dari pemerintah memasuki level baru di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan (MHS).
Melalui sinergi antara perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart TV dengan teknologi Kecerdasan Artifisial (AI), sekolah ini berhasil menciptakan ruang belajar yang mampu menekan kecemasan akademik dan meningkatkan resiliensi siswa secara signifikan.
Langkah inovatif ini didukung penuh oleh Kepala SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan (MHS), Fathurrahman, yang memastikan optimalisasi sarana sekolah bagi perkembangan mental siswa.
Inovasi tersebut menjadi pusat perhatian dalam riset yang dilakukan oleh Norhidayah, peneliti sekaligus mahasiswa Program Pascasarjana Magister Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Norhidayah menyoroti bagaimana bantuan pemerintah berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart TV yang terdiri dari 1 unit istimewa bantuan Presiden dan 20 unit bantuan Pemerintah Provinsi tidak hanya berakhir menjadi alat presentasi statis, melainkan bertransformasi menjadi pusat interaksi mental dan kognitif. AI sebagai Teman Diskusi dan Kreator Game Interaktif.
Dalam implementasinya, AI diposisikan bukan sebagai pengganti guru, melainkan sebagai mitra belajar dan teman diskusi bagi siswa. Inovasi ini semakin menarik dengan hadirnya kolaborasi bersama Qonita Afifa, Guru Rekayasa Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan (MHS).
“Kami memanfaatkan AI untuk menghasilkan games interaktif pembelajaran secara instan yang ditampilkan melalui Interactive Flat Panel atau Smart TV. Visualisasi layar besar ini membuat siswa merasa lebih terlibat secara emosional. Belajar koding dan materi sulit lainnya tidak lagi terasa mengintimidasi, justru menjadi menyenangkan seperti bermain game,” jelas Qonita Afifa.
Konfirmasi dampak psikologis oleh Guru BK efektivitas integrasi teknologi ini terkonfirmasi langsung melalui pengamatan di ruang Bimbingan Konseling. Ahmad Hendra Harianto, Guru BK SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan (MHS), menyatakan adanya perubahan perilaku yang signifikan pada siswa yang sebelumnya mengalami hambatan belajar.
“Berdasarkan data konfirmasi kami, penggunaan AI sebagai teman diskusi yang ditampilkan melalui Interactive Flat Panel atau Smart TV berhasil mengurangi kecemasan belajar siswa akan ketertinggalan materi karena akibat kejenuhan belajar. Siswa merasa memiliki asisten yang tidak menghakimi, sehingga motivasi mereka untuk bangkit dari kegagalan akademik,” ungkap Ahmad Hendra.
Riset Pascasarjana UMM di jantung Kalimantan bagi Norhidayah, penelitian ini membuktikan bahwa teknologi canggih seperti AI dapat menjadi support system psikologis yang efektif jika didukung infrastruktur yang tepat.
Bantuan Interactive Flat Panel atau Smart TV dari pemerintah, termasuk unit dari Presiden dan Provinsi, adalah jembatan fisik yang vital. Namun, integrasi AI sebagai teman diskusi adalah nyawa yang menghidupkan suasana kelas.
“Di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan (MHS), kita melihat masa depan di mana kecemasan akademik dapat dimitigasi melalui pendekatan digital yang humanis tutur mahasiswi Pascasarjana UMM tersebut,” jelas Nohidayah.
Keberhasilan SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan (MHS), dalam mengoptimalkan bantuan pemerintah ini diharapkan dapat menjadi rujukan nasional bagi sekolah-sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi koding dan AI demi kesejahteraan psikologis (psychological well-being) peserta didik. (ton/soc)
Editor : Slamet Harmoko