Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Inilah Penyebab Harga Hewan Kurban di Sampit Melambung Tinggi

M. Akbar • Selasa, 28 April 2026 | 13:56 WIB
Pedagang hewan kurban di Sampit, Daeng Beta.  (Akbar/Radar Sampit)
Pedagang hewan kurban di Sampit, Daeng Beta. (Akbar/Radar Sampit)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Harga sapi kurban di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kenaikan ini dipicu melonjaknya biaya ongkos angkut, pengurusan administrasi, serta harga solar yang berdampak langsung pada distribusi hewan kurban.

Salah seorang pedagang hewan kurban di Sampit, Daeng Beta, mengatakan kenaikan harga sapi tahun ini berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor.

“Harga ini ada kenaikan karena dari surat-surat sama ongkos mobil, yang namanya solar naik, jadi harganya naik Rp500 ribu per ekor,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia mencontohkan, sapi yang sebelumnya dijual dengan harga Rp21 juta hingga Rp22 juta, kini naik menjadi Rp22,5 juta hingga Rp23 juta per ekor.

“Ada kenaikan lah Rp500 ribu sampai Rp1 juta per ekor,” tambahnya.

Meski harga naik, Daeng Beta memastikan pasokan hewan kurban tahun ini tetap aman. Ia mendatangkan sekitar 700 hingga 800 ekor sapi ke Sampit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau tahun ini kita mendatangkan sapi sekitar 700 sampai 800 ekor,” ungkapnya.

Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya karena adanya tambahan distribusi bantuan pemerintah untuk masing-masing daerah.

Untuk harga, sapi yang dijual bervariasi mulai dari Rp18 juta hingga Rp75 juta per ekor, tergantung jenis dan beratnya. Sapi jenis Bali dibanderol Rp18 juta hingga Rp35 juta, sedangkan sapi limosin dengan berat mencapai satu ton dijual hingga Rp75 juta.

“Kalau sapi limosin yang satu ton tadi, daging bersihnya sekitar 350 kilogram,” jelasnya.

Selain sapi, ia juga menyediakan kambing kurban dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor yang didatangkan dari Pulau Jawa.

Meski harga mengalami kenaikan, minat masyarakat untuk membeli hewan kurban disebut tetap stabil. Sejumlah pelanggan tetap, baik perorangan maupun kelompok masjid, bahkan telah melakukan pemesanan lebih awal dengan sistem uang muka.

“Alhamdulillah sejauh ini sudah ada warga yang memesan sapi kita, baik dari pribadi ataupun perkumpulan masjid. Mereka sudah melakukan DP,” ujarnya.

Ia menyebut sapi dengan kisaran harga Rp18 juta hingga Rp25 juta masih menjadi pilihan favorit masyarakat di Kota Sampit.

Untuk distribusi, Daeng Beta memastikan pengiriman hewan kurban berjalan lancar melalui jalur Makassar–Batulicin–Palangka Raya–Sampit.

Sebelum diberangkatkan, hewan kurban telah melalui proses karantina selama 20 hari guna memastikan kesehatannya dan mencegah penyebaran penyakit.

“Setiap telinganya ada barcode untuk menghindari sapi-sapi selundupan dan penyakit. Yang kami datangkan ini bisa dipastikan sehat semua,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait biasanya dilakukan dua minggu sebelum Iduladha. Hewan yang lolos pemeriksaan akan diberi label sehat, halal, dan layak kurban.

Menurutnya, puncak pembelian hewan kurban diperkirakan terjadi 15 hingga 20 hari menjelang Hari Raya Iduladha.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#harga hewan kurban #hewan kurban #sampit #kotim #melambung tinggi