Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Karhutla Dapat Berdampak pada Layanan Air Bersih

Yuni Pratiwi Iskandar • Kamis, 16 April 2026 | 21:31 WIB
Penanganan karhutla oleh tim BPBD Kotim beberapa belum lama tadi.(ist/BPBD Kotim)
Penanganan karhutla oleh tim BPBD Kotim beberapa belum lama tadi.(ist/BPBD Kotim)

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat menjadi perhatian serius Perumda Tirta Mentaya.

Penurunan debit sungai hingga potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dinilai akan berdampak langsung terhafdap ketersediaan air baku dan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Direktur Perumda Tirta Mentaya Ismanadi mengatakan bahwa kondisi kemarau tidak hanya meninglatkan risiko Karhutla, tetapi juga berimbas pada sektor pelayanan dasar, khususnya air bersih.

Baca Juga: Masyarakat Kotim Diajak Cegah Stunting Lewat Program Genting

“Musim kemarau panjang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, yang kemudian berdampak langsung pada ketersediaan dan kualitas air baku sebagai sumber utama produksi air bersih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya mulai merasakan dampak penurunan debit air, terutama di wilayah selatan Kotim. Kondisi ini menyebabkan operasional pengambilan air baku menjadi tidak optimal.

“Di daerah selatan, penurunan debit sungai sudah terasa. Kami hanya bisa memaksimalkan produksi saat air pasang masuk, baru kemudian dapat menyediakan air baku untuk diolah,” jelasnya.

Baca Juga: Viral! Rekaman Diduga Oknum Jaksa 'Minta Uang' di Kasus Pabrik Tepung Ikan, Begini Tanggapan Kajari Kobar

Penurunan debit sungai ini juga berdampak pada proses produksi di instalasi pengolahan air (IPA). Secara normal, pengambilan air baku menjadi terganggu, sehingga berimbas pada kapasitas produksi dan distribusi air bersih ke pelanggan.

Selain kuantitas, kualitas air baku juga memgalami penurunan. Kondisi air yang surut menyebabkan kan kandungan lumpur meningkat, sehingga air menjadi lebih keruh.

“Beberapa waktu yang lalu, saat debit air menurun, air baku yang kami ambil banyak mengandung lumpur. Ini tentu mempengaruhi proses pengolahan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pengelola SPPG Diberi Pengetahuan Tentang Mutu Ikan

Tidak hanya itu, kandungan zat organik dalam air juga meningkat saat debit menurun. Hal ini membuat kebutuhan bahan kimia untuk pengolahan air ikut bertambah.

“Dengan kondisi ini, penggunaan bahan kimia untuk penjernihan air otomatis meningkat, termasuk disinfektan,” tambahnya.

Jika kondisi terus memburuk, Perumda tidak menutup kemungkinan terjadinya gangguan distribusi air kepada pelanggan, terutama di wilayah yang bergantung pada sumber air sungai.

Baca Juga: Empat Budak Sabu di Seruyan Kompak Masuk Bui

Selain penurunan debit sungai, ancaman lain yang dihadapi Perumda Tirta Mentaya saat musim kemarau adalah intrusi air laut di wilayah pesisir.

Disebutkan ada dua wilayah yang rawan terdampak, yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hilir Utara.

“Kedua wilayah ini setiap tahun terdampak saat musim kemarau, karena lokasjnya berdekatan langsung dengan laut,” ujarnya.

Baca Juga: Bisnis Haram Terbongkar, Penghuni Barak di Palangka Raya Tak Berkutik Dibekuk Polisi

Ia menjelaskan, saat debit sungai menurun drastis, air laut berpotensi masuk ke aliran sungai yang menjadi sumber air baku. Kondisi ini mebyebabkan meningkatnya kadar salinitas air.

“Air baku yang kami ambil bisa tercampur air laut, sehingga berpotensi menghasilkan air distribusi dengan rasa payau,” jelasnya.

Dampak dari intrusi air laut ini cukup serius, mulai dari penurunan kualitas air hingga kemungkinan penghentian sementara distribusi di wilayah tertentu.

Baca Juga: Pilu! Penghuni Barak Akhiri Hidup di Kusen Pintu Kamar Mandi

“Kadar garam yang tinggi tidak hanya mempengaruhi kualitas air, tetapi juga berpotensi merusak peralatan instalasi,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda akan melakukan pengaturan jam operasional distribusi serta menyjapkan layanan alternatif berupa distribusi air menggunakan armada tangki. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#Perumda Air Minum Tirta Mentaya #musim kemarau #PDAM #karhutla