Dinkes Kotim Siagakan 21 Puskesmas Hadapi Ancaman Penyakit Musim Kemarau

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 13 April 2026 | 20:46 WIB
Ilustrasi Puskesmas Modern/AI
Ilustrasi Puskesmas Modern/AI

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiagakan 21 puskesmas untuk mengantisipasi meningkatnya risiko penyakit saat musim kemarau, yang kerap dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho mengatakan musim kemarau bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga menjadi tantangan serius bagi sektor kesehatan masyarakat.

“Kemarau ini tidak hanya fenomena alam, tapi juga berdampak besar terhadap kesehatan. Karena itu, kita harus siap dari sisi layanan kesehatan maupun pencegahan,” ujarnya.

Baca Juga: Pokdakan di Kotim Dilatih Produksi Pakan Ikan secara Mandiri

Ia menjelaskan, saat ini Kotim memiliki 21 puskesmas yang siap memberikan pelayanan kesehatan, serta satu puskesmas tambahan di Desa Gunung Makmur Kecamatan Antang Kalang yang sedang dalam tahap persiapan operasional sehingga nantinya akan menjadi 22 puskesmas.

Selain itu, tredapat tiga rumah sakit yang mendukung pelayanan kesehatan, 153 puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 168 desa dan 17 kelurahan, serta sekitar 120 pos kesehatan desa (poskesdes).

“Fasilitas kesehatan kita cukup tersebar untuk menjangkau masyarakat, tinggal bagaimana kesiapsiagan kita dalam menghadapi potensi penyakit yang muncul saat kemarau,” jelasya.

Baca Juga: DPRD KOTIM: Kepedulian CSR Perkebunan Kelapa Sawit Masih Rendah

Nugroho menekankan pentingnya ketersediaan air bersih, terutama di wilayah selatan Kotim yang saat musim kemarau kerap mengalami intrusi air laut sehingga air menjadi asin.

Ia berharap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dapat membantu menyuplai air bersih ke daerah-daerah yang rawan kekurangan air.

“Distribusi air bersih ini sangat penting untuk mencegah penyakit, terutama yang berkaitan dengan sanitasi dan kualitas air,” katanya.

Baca Juga: Rp7,67 Miliar Dana Desa untuk Bencana di Kotim

Selain itu, Dinkes juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pemantauan kesehatan melalui surveilans berbasis masyarakat guna mendeteksi lebih dini potensi penyebaran penyakit.

Edukasi publik juga menjadi perhatian, termasuk imbauan untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan yang dapat memperburuk kualitas udara dan berdabpak pada kesehatan pernapasan.

“Kami berharap dukungan dari Dinas Kominfo bisa memfasilitasi kaitannya untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan di musim kemarau,” ujarnya.

Baca Juga: Pascalebaran! Harga Telur di Pasar Sampit Masih Tinggi

Ia menegadkan, upaya pencegahan menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak musim kemarau.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati, apalagi di kondisi sumber daya air yang terbatas. Kuncinya ada pada menjaga kebersihan air, melindungi pernapasan, dan menjaga kecukupan cairan tjbuh,” pungkasnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
penyakit kesehatan dinkes kotim kemarau puskesmas