SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah pusat mulai turun tangan dalam memperkuat pengelolaan sampah di daerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapatkan pendampingan dari Inspektorat II Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk mematangkan implementasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Nasional Pengelolaan Sampah.
Kepala DLH Kotim Marjuki, mengungkapkan pendampingan tersebut berlangsung pada 31 Maret hingga 1 April 2026. Kegiatan itu difokuskan untuk memastikan kesiapan daerah dalam menjalankan program nasional, khususnya dalam membangun strategi edukasi yang efektif kepada masyarakat.
“Tim tidak hanya meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga melihat langsung sejumlah titik pantau seperti sekolah, depo sampah, hingga bank sampah unit di kawasan perumahan,” ujar Marjuki, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam menyusun “jurus” yang tepat untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah. Selama ini, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis pengangkutan, tetapi juga perilaku masyarakat.
“Melalui KIE, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat, mulai dari mengurangi, memilah, hingga mengelola sampah dengan baik dan benar,” tegasnya.
Pendampingan dari KLH/BPLH juga menjadi momentum bagi DLH Kotim untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan pengelolaan sampah bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
DLH Kotim optimistis, dengan strategi komunikasi dan edukasi yang tepat, kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dapat meningkat. Target akhirnya adalah terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan tetap lestari di Kotawaringin Timur. (oes)
Editor : Slamet Harmoko