Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, Dinkes Kotim Ingatkan Ancaman ISPA

Yuni Pratiwi Iskandar
Umar KaderiKepala Dinkes Kotim
Umar Kaderi Kepala Dinkes Kotim

Advertisement

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Perubahan cuaca tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengatakan cuaca panas, meningkatnya debu, dan menurunnya kualitas udara selama musim kemarau dapat memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, hingga penyakit pencernaan. Karena itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

"Musim kemarau kali ini diperkirakan berlangsung lebih panjang. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat," ujarnya.

Advertisement

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi berdebu atau kualitas udara menurun. Penggunaan masker dinilai efektif melindungi saluran pernapasan dari paparan debu dan polusi.

Selain itu, Dinkes mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat suhu udara yang lebih panas. Warga juga diminta menghindari paparan asap rokok dan polusi karena dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Umar menambahkan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi makanan yang bersih dan bergizi, merupakan langkah penting untuk menekan risiko penyakit selama musim kemarau.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, demam, atau keluhan kesehatan lainnya.

"Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin," pungkasnya. (yn/fm)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Diare dan ISPA Mengintai Saat Kemarau, Dinkes Kotim Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Diare dan ISPA Mengintai Saat Kemarau, Dinkes Kotim Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, mengatakan cuaca panas, udara kering, dan meningkatnya debu dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada

Karhutla Meluas, DLH Kobar Wanti-wanti Ancaman ISPA Meski Kualitas Udara Masih Baik

Karhutla Meluas, DLH Kobar Wanti-wanti Ancaman ISPA Meski Kualitas Udara Masih Baik

Berdasarkan data stasiun Pemantau Kualitas Udara, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih pada kategori Baik di angka 18.

Dinkes Siagakan 87 Rumah Oksigen di Kobar

Dinkes Siagakan 87 Rumah Oksigen di Kobar

IST/RADAR SAMPIT RUMAH OKSIGEN: Salah satu rumah oksigen di Puskesmas Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer