SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk mengawasi secara ketat peredaran jajanan takjil selama bulan Ramadan.
Anggota Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu menegaskan pengawasan perlu dilakukan sejak awal agar tidak terjadi kasus keracunan massal akibat makanan yang tidak higienis atau mengandung bahan berbahaya.
“Kami minta dinas terkait benar-benar turun ke lapangan, lakukan pengecekan rutin terhadap jajanan takjil. Jangan sampai kasus keracunan massal karena takjil terulang kembali di Kotim,” tegas Dadang.
Menurutnya, setiap Ramadan jumlah pedagang takjil meningkat pesat. Kondisi ini harus dibarengi dengan pengawasan ketat, baik dari sisi kebersihan, bahan baku, hingga cara pengolahan makanan.
Ia menilai, masyarakat juga harus diberikan edukasi agar lebih selektif dalam membeli makanan berbuka puasa. Selain itu, pedagang diharapkan tidak menggunakan pewarna atau pengawet berbahaya demi mengejar keuntungan.
“Ramadan ini harus jadi momentum menjaga kesehatan bersama. Pemerintah wajib hadir memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi,” ujarnya.
Dadang berharap, dinas kesehatan bersama instansi terkait dapat melakukan inspeksi mendadak serta uji sampel makanan di sejumlah titik penjualan takjil.
“Langkah ini dinilai penting untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” tandasnya. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor