Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Taman Miniatur Budaya Sampit Tak Terawat

Rado. • Jumat, 20 Februari 2026 | 04:24 WIB
PERLU PERBAIKAN: Ketua DPRD Kotim Rimbun saat meninjau kondisi Taman Miniatur Budaya Sampit, Kamis (19/2/2026).
PERLU PERBAIKAN: Ketua DPRD Kotim Rimbun saat meninjau kondisi Taman Miniatur Budaya Sampit, Kamis (19/2/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun menyoroti kondisi Taman Miniatur Budaya Sampit yang kian memprihatinkan.

Padahal taman itu menyimpan cerita tendang budaya, adat istiadat, budaya dari berbagai suku.

 “Kalau kita melihat kearifan lokal ada di taman miniatur itu, sangat miris. Tidak ada perhatian sama sekali. Padahal itu menyangkut harga diri Dayak dan keharmonisan semua suku di Kabupaten Kotim,” kata Rimbun saat melakukan peninjauan, Kamis (19/2/2026).

Ia menyebutkan, kondisi beberapa bangunan seperti Betang, Rumah Banjar, Bali, hingga Madura sudah mengalami kerusakan, bahkan ada yang hancur.

Rimbun menilai, rehabilitasi tidak bisa lagi ditunda, apalagi kawasan tersebut memiliki nilai historis dan simbolik, terutama pasca tragedi 2001 yang pernah terjadi.

“Ini menyangkut wajah keharmonisan Kabupaten Kotim pasca tragedi 2001 lalu. Kita sering berbicara soal Dayak, tetapi tidak memperhatikan aset dan kearifan lokalnya. Itu yang harus kita jaga,” ujarnya.

Untuk itu, DPRD berencana mengusulkan kepada Bupati Kotim agar segera memprogramkan rehabilitasi, baik rehab ringan, sedang, maupun berat terhadap bangunan yang ada.

Namun, mengingat keterbatasan anggaran daerah, ia mendorong agar program tersebut dapat disinergikan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di Kotim.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah tentu sangat terbatas. Lebih baik kita arahkan program CSR perusahaan tahun ini agar bisa membantu penyelesaian pembangunan dan rehabilitasi di taman miniatur,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar kepala daerah memanggil seluruh perusahaan, terutama perusahaan kayu dan sawit, untuk berkolaborasi.

“Perusahaan kayu bisa menyumbang material kayu, perusahaan sawit juga bisa menyesuaikan teknisnya. Kami serahkan kepada pemerintah daerah, yang penting tahun ini harus bisa selesai,” tandasnya. (ang/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#budaya #taman miniatur #Dayak #sampit