Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mudik Lebaran dari Sampit! Kapal Laut Obral Diskon, Jalur Udara akan Ada Maskapai Baru

Heny Pusnita • Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:27 WIB
RAKOR : Rapat koordinasi membahas kesiapan Pemkab Kotim menghadapi perayaan Tahun Baru Imlek, Ramadan hingga Lebaran di Aula Rujab Bupati Kotim, Jumat (13/2/2026).
RAKOR : Rapat koordinasi membahas kesiapan Pemkab Kotim menghadapi perayaan Tahun Baru Imlek, Ramadan hingga Lebaran di Aula Rujab Bupati Kotim, Jumat (13/2/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) memastikan ketersediaan stok pangan, stabilitas harga dan kelancaran distribusi menjelang Tahun Baru Imlek, Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Kotim, Rafiq Riswadi usai memimpin rapat koordinasi lintas sektor di Aula Rumah Jabatan Bupati Kotim, Jumat (13/2/2026) tadi.

Rafiq mengatakan rapat koordinasi dilaksanakan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat menghadapi tiga momentum besar, yakni perayaan Imlek, Ramadan, dan Hari Raya Idulfitri yang puncaknya diperkirakan berlangsung pada Maret 2026.

“Kegiatan ini fokus pada tiga hal utama, yaitu penyediaan stok barang khususnya pangan, stabilitas harga, serta distribusi pangan,” kata Rafiq Riswadi.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman setelah berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Untuk komoditas beras, pemerintah memiliki cadangan pangan pemerintah yang diperkirakan sekitar 6.000 ton. Insyaallah jumlah ini cukup sampai enam bulan ke depan, sehingga kebutuhan Ramadan maupun Idulfitri aman dan harga dapat dikendalikan,” ujarnya.

Selain beras, ketersediaan minyak goreng juga dipastikan mencukupi. Saat ini tersedia sekitar 80.000 liter minyak goreng yang diperkirakan aman untuk kebutuhan dua hingga tiga bulan ke depan.

Begitu pula, stok gula pasir di Bulog juga dalam kondisi aman dengan jumlah sekitar 6.000 ton yang telah disiapkan.

Untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi, Pemkab Kotim melalui instansi terkait akan melaksanakan gerakan pasar murah serta memperkuat outlet-outlet mitra distributor guna memastikan barang kebutuhan pokok tetap tersedia di masyarakat.

“Secara umum kebutuhan pangan atau sembako kita cukup aman,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi distribusi dan potensi lonjakan harga, pemerintah juga mempertimbangkan faktor cuaca yang biasanya memengaruhi ketersediaan pasokan barang.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada Februari hingga April 2026 diperkirakan cukup bersahabat.

Gelombang laut diprediksi berkisar antara 0,1 hingga 0,5 meter sehingga pelayaran dinilai aman. Curah hujan juga relatif terkendali, dengan puncak hujan terjadi pada Desember dan April, namun hanya dalam kategori ringan.

"Informasi daei BMKG cuaca di Kotim bisa dikatakan cukup bersahabat. Sehingga, kita berharap distribusi logistik berjalan lancar dan risiko kenaikan harga akibat gangguan cuaca dapat diminimalkan," ujar Rafiq.

Selain ketahanan pangan, rapat juga membahas kesiapan arus mudik Lebaran yang melibatkan transportasi laut, darat dan udara.

Untuk transportasi laut, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan PT Dharma Lautan Utama (DLU) terkait jadwal pelayaran selama Februari hingga periode Lebaran.

"Jadwal pelayaran selama arus mudik Lebaran akan segera dirilis oleh dua penyedia jasa transportasi. Keduanya, memastikan siap melayani kebutuhan masyarakat. Kapal Pelni dijadwalkan mencapai puncak pelayanan pada 16 dan 17 Maret," ujarnya.

Selain itu, Pelni juga memberikan stimulus ekonomi berupa diskon tiket sebesar 30 persen pada periode mudik Lebaran. 

Sebagai informasi, PT Pelni Cabang Sampit melayani dua rute. Untuk tarif tiket kapal kelas ekomomi tujuan rute Sampit-Surabaya sebesar Rp234.000 dan rute Sampit-Semarang Rp253.000. Tarif ini belum termasuk potongan diskon 30 persen.

“Ini kabar gembira bagi masyarakat Kotim yang berencana mudik. Tiket sudah bisa dibeli mulai sekarang hingga jadwal perjalanan Lebaran,” ujar Rafiq.

Untuk transportasi darat, pemerintah menyiapkan posko pengamanan sekitar enam hingga delapan titik, sama seperti pengamanan Natal dan Tahun Baru serta tahun-tahun sebelumnya.

Pemkab Kotim melalui Dinas Perhubungan Kotim juga menyediakan layanan bus Damri yang melayani rute Sampit - Samuda dan Sampit- Kecamatan Telaga Antang.

"Untuk rute Sampit-Telaga Antang mulai beroperasi bulan lalu dengan tarif Rp 40 ribu. Layanan bus ini sangat membantu masyarakat di wilayah kecamatan, khususnya daerah utara, yang ingin bepergian atau mudik ke Pulau Jawa, Banjarmasin maupun daerah lainnya dengan transit di kantor kecamatan," ujarnya.

Dari sektor transportasi udara, pemerintah daerah juga telah mengupayakan penambahan maskapai penerbangan.

Saat ini maskapai yang telah beroperasi tetap melayani penerbangan yaitu pesawat NAM Air Type Boeing 737 500. Pemerintah daerah masih mengupayakan kehadiran Wings Air dan layanan Super Air Jet yang berada dalam naungan Lion Air.

Kedua operator maskapai tersebut telah melakukan komunikasi, peninjauan lokasi serta survei lapangan, dan menyetujui rencana pembukaan sejumlah rute penerbangan, di antaranya Sampit–Surabaya, Surabaya–Jakarta, Jakarta–Sampit.

"Saat ini Pemkab Kotim masih menunggu kepastian jadwal operasional yang nantinya diharapkan tersedia melalui layanan pemesanan tiket secara online. Maskapai Super Air Jet direncanakan menggunakan pesawat berkapasitas sekitar 180 penumpang, sementara Wings Air menggunakan pesawat ATR untuk melayani sejumlah rute regional tujuan Palangka Raya, Pangkalan Bun dan Banjarmasin," ujarnya.

"Kita berharap tambahan dua maskapai dapat mulai beroperasi pada periode arus mudik Lebaran, meski jadwal pastinya masih menunggu keputusan operator," tambahnya.

Lebih lanjut, Rafiq menyampaikan hasil kesimpulan rapat secara umum menunjukkan stok pangan mencukupi, inflasi dan harga relatif terkendali serta distribusi barang telah diantisipasi melalui jalur darat, laut dan udara.

"Selanjutnya pengawasan akan terus dilakukan untuk menjaga koordinasi lintas sektor dan memastikan seluruh kebijakan berjalan efektif di lapangan," tandasnya. (hgn/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#kapal laut #rakor #mudik lebaran #jalur darat #maskapai baru