Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jalanan Sering Digenangi Air saat Hujan, Warga Baamang Usulkan Ini di Forum Musrenbang

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 4 Februari 2026 | 21:26 WIB
BANJIR: Jalan Cristofel Mihing depan Panti Asuhan Bahagia Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang, Sampit tergenang banjir, Sabtu (31/1/2026) lalu. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT
BANJIR: Jalan Cristofel Mihing depan Panti Asuhan Bahagia Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang, Sampit tergenang banjir, Sabtu (31/1/2026) lalu. FOTO: DOK.YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari terakhir ditambah debit air Sungai Mentaya naik menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Sampit, terendam.

Kondisi tersebut mendorong masyarakat mengusulkan pemeliharaan drainase sebagai skala prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Tahun 2027 yang digelar di Kecamatan Baamang, Rabu (4/2/2026).

Camat Baamang Sufiansyah mengatakan, salah satu usulan yang paling banyak disuarakan masyarakat adalah pemeliharaan drainase sepanjang ruas Jalan Walter Condart – Kenan Sandan – Muchran Ali.

Menurutnya, drainase di kawasan tersebut sangat vital untuk mengurangi genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras dan pasang sungai.

“Masyarakat memohon agar pemeliharaan drainase sepanjang Walter Condart, Kenan Sandan sampai Muchran Ali menjadi perhartian serius. Kita melihat kondisi saat ini, curah hujan tinggi beberapa hari ditambah pasang air sungai yang sangat tinggi, sehingga ada beberapa jalan yang terendam, khususnya di Baamang Tengah,” ujar Sufiansyah.

Dirinya menyebutkan, salah satu titik yang menjadi skala prioritas pembangunan breada di Jalan Cristofel Mihing, tepatnya di depan Panti Asuhan Bahagia, yang kerap terdampak genangan air.

Musrenbang Kecamatan Baamang sendiri berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Kegiatan tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kotim dan ditutup oleh Bupati Kotim melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotim. Hadir pula perwakilan anggota DPRD Kotim Daerah Pemilihan (Dapil) II wilayah Baamang dan Seranau.

Sufiansyah menjelaskan, dari hasil pembahasan sejumlah kelompok kerja (pokja), baik Pokja Ekonomi, Dukungan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), maupun Pokja Sarana dan Prasarana (Sapras), terlihat bahwa mayoritas usulan masyarakat masih berfokus pada pengembangan sektor perkebnuan, perikanan, dan peternakan. Namun demikian, usulan di bidang sarana dan prasarana tetap mendominasi.

“Skala prioritas yang paling banyak diusulkan memang berada di sarpras. Terutama Desa Tinduk, karena akses jalan ke desa tersebut masih belum tembus aspal, sehingga itu menjadi prioritas utama masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, sejumlah kelurahan yang pada tahun 2026 telah banyak melaksanakan pembangunan sarpras, kembali mengajukan usulanpemeliharaan infrastruktur yang sudah ada, khususnya drainase untuk mengantisipasi banjir dan genangan.

Terkait keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, Sufiansyah menyampaikan bahwa usulan yang tidak terakomodir melalui APBD akan diupayakan untuk disampaikan ke pemerintah provinsi maupun pusat melalui dinas terkait. Selain itu, pihak kelurahan juga akan mengoptimalkan dana kelurahan yang tersedia.

“Kami juga memiliki dana kelurahan yang terdiri dari lima kelurahan dan Desa Mudahan. Mudah-mudahan skala prioritas yang tidak tercover APBD karena efisiensi, bsia dibantu melalui dana kelurahan atau swadaya bersama masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, pasca pelaksanaan Musrenbang, seluruh usulan masyarakat nantinya akan direkapitulasi secara menyeluruh oleh admin kecamatan untuk kemudian dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Sesuai arahan kepala daerah, Kecamatan Baamang diberikan waktu tujuh hari untuk menyampaikan hasil Musrenbang tersebut kepada Bapperida Kotim, baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy.

“Setelah ini semua usulan akan segera kami laporkan sesuai batas waktu yang telah ditentukan,” pungkas Sufiansyah. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#baamang #cegah banjir #musrenbang #drainase