PANGKALAN BUN – Cuaca panas di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya diperkirakan masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. Kondisi tersebut disebabkan oleh rendahnya kelembapan udara akibat gangguan cuaca di wilayah selatan Indonesia.
Forecast on Duty (FOD) Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun Irfan Syafiq menjelaskan bahwa adanya tekanan udara rendah di wilayah selatan Indonesia berdampak pada menurunnya kelembapan udara di Kalimantan Tengah.
“Akibat gangguan tersebut, cuaca cerah berawan diperkirakan masih terjadi hingga tiga hari ke depan,” kata Irfan, Minggu (25/1).
Ia menambahkan, gangguan cuaca tersebut diperkirakan akan berakhir dalam waktu sekitar satu pekan. Setelah itu, potensi pembentukan awan hujan diprediksi kembali meningkat.
Dalam sepekan terakhir, suhu tertinggi di Kabupaten Kotawaringin Barat yang tercatat di Stasiun Meteorologi Bandara Iskandar mencapai 34,6 derajat Celsius.
Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat merasakan udara yang lebih kering disertai angin yang cukup kencang. Berdasarkan pemantauan citra satelit, wilayah Kalimantan terpantau cerah, sementara wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa, mengalami peningkatan curah hujan.
“Udara bertekanan tinggi bergerak menuju wilayah bertekanan rendah yang berada di selatan Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Pangkalan Bun, Baharudin, mengeluhkan cuaca panas yang terasa menyengat dan gerah, tidak hanya pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Menurutnya, suhu baru mulai terasa lebih dingin menjelang dini hari hingga pagi.
“Biasanya pukul 06.00 WIB suasana masih agak gelap, tetapi sekarang matahari sudah terang bersinar di jam tersebut,” ujarnya.
Sebagai informasi, cuaca panas yang terjadi dalam sebulan terakhir di Kabupaten Kotawaringin Barat juga memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno