SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kotim dalam 24 jam ke depan masih didominasi awan, dengan potensi hujan ringan yang bersifat tidak merata.
Prakiraan akumulasi curah hujan pada periode 17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan sebagian besar wilayah Kotawaringin Timur berada dalam kondisi berawan. Data tersebut berdasarkan hasil pemodelan cuaca numerik WRF Daily Forecast.
Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup menurunkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan analisis parameter cuaca, BMKG menilai hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada kategori sangat mudah terbakar, terutama di kawasan bergambut.
Peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran yang berlaku pada 17 dan 18 Januari 2026 memperlihatkan dominasi warna merah di wilayah Kotim.
Artinya, tingkat kerawanan karhutla masih tinggi meskipun terdapat peluang hujan dengan intensitas ringan.
Seiring kondisi tersebut, BMKG juga mencatat adanya enam titik panas atau hotspot di wilayah Kotawaringin Timur dalam 24 jam terakhir.
Hotspot tersebut terdeteksi oleh satelit NOAA-20 dan SNPP dengan tingkat kepercayaan menengah dan tersebar di Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, serta Pulau Hanaut.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tetap waspada terhadap potensi karhutla.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga diminta meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.
Diberitakan sebelumnya, BMKG juga menyampaikan bahwa wilayah Kotim mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau, seiring dengan menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Kotim Rizaldo Raditya Pratama, menjelaskan bahwa dalam dua hingga tiga hari ke depan, kondisi cuaca di Kotim diprakirakan didominasi cerah berawan, meskipun masih terdapat potensi hujan bersifat sementara.
“Curah hujan mulai menurun. Masih ada potensi hujan, tetapi sifatnya sesaat, dalam lingkup kecil, dan berlangsung singkat seperti yang terjadi beberapa hari terakhir,” ujar Rizaldo. (oes)
Editor : Slamet Harmoko