SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — SMAN 1 Sampit menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Pemantauan Program Indonesia Pintar (PIP), dan Expo Perguruan Tinggi, Rabu (14/1) halaman utama sekolah.
Kegiatan ini dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Ernie Daryanti, M.Biomed serta diikuti ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Kegiatan ini dirancang sebagai wahana integratif yang menghubungkan penguatan karakter kebangsaan, pengawasan kebijakan publik di bidang pendidikan, serta orientasi akademik siswa menuju jenjang pendidikan tinggi.
Melalui pendekatan tersebut, sekolah berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.
Sinergi Sekolah, Legislatif, dan Perguruan Tinggi
Dalam sesi Sosialisasi 4 Pilar, Hj. Ernie Daryanti memaparkan secara komprehensif mengenai pentingnya internalisasi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Ia menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kohesi sosial dan integritas nasional di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, serta polarisasi sosial.
Menurut dr. Ernie, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun daya tahan ideologis bangsa.
Sekolah harus menjadi ruang pembelajaran nilai, bukan sekadar tempat transfer pengetahuan.
Melalui pemahaman 4 pilar, siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap kritis, toleran, dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pemantauan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP), yang merupakan kebijakan afirmatif pemerintah untuk menjamin akses pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Dalam dialog dengan pihak sekolah dan siswa penerima PIP, dr. Ernie menegaskan pentingnya ketepatan sasaran, transparansi, serta efektivitas pemanfaatan dana bantuan.
SMAN 1 Sampit melaporkan bahwa PIP telah berkontribusi signifikan dalam menekan angka putus sekolah serta meningkatkan keberlanjutan studi siswa.
Dana PIP dimanfaatkan untuk pembelian buku, perlengkapan belajar, transportasi, dan kebutuhan pendukung lainnya, sehingga siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara lebih optimal.
Sementara itu diselenggarakan Expo Perguruan Tinggi, yang menghadirkan berbagai alumni SMAN 1 Sampit yang sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka di Indonesia.
Perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Selanjutnya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Palangka Raya (UPR), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Telkom Bandung dan UNDA Sampit serta sejumlah institusi pendidikan tinggi lainnya.
Melalui pameran ini, siswa memperoleh akses langsung terhadap informasi program studi, sistem seleksi masuk, peluang beasiswa seperti KIP Kuliah, serta gambaran dunia kampus dan prospek karier.
Antusiasme siswa tampak tinggi, menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan pendidikan pasca-SMA secara matang dan berbasis informasi.
Kepala SMAN 1 Sampit, M. Darma Setiawan menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon strategis terhadap kebutuhan pendidikan abad ke-21, yang menuntut integrasi antara kecakapan akademik, karakter kebangsaan, dan kesiapan menghadapi masa depan.
“Pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian nilai akademik. Sekolah harus membentuk identitas kebangsaan, kesadaran sosial, dan orientasi masa depan peserta didik. Oleh karena itu, kami merancang kegiatan ini sebagai ekosistem pembelajaran yang menghubungkan nilai, kebijakan, dan informasi pendidikan tinggi dalam satu ruang edukatif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi 4 Pilar sangat penting untuk membangun daya tahan ideologis siswa di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital.
Sementara pemantauan PIP merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh siswa, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Terkait Expo Perguruan Tinggi, M. Darma Setiawan menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis informasi.
“Kami ingin siswa memilih masa depan mereka secara sadar dan rasional, bukan sekadar ikut-ikutan. Dengan bertemu langsung dengan alumni yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, siswa dapat memetakan potensi, minat, dan peluangnya secara lebih objektif.
Darma menambahkan melalui sinergi antara sekolah, lembaga legislatif, dan perguruan tinggi, kegiatan ini menjadi contoh konkret pendekatan holistik dalam pembangunan sumber daya manusia.
SMAN 1 Sampit menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi kemajuan Indonesia. (soc/ton)
Editor : Slamet Harmoko