SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ratusan peluang kerja kembali ditawarkan pada ajang Job Fair Sampit 2026 yang digelar di arena Sampit Expo di stadion 29 Nopember.
Namun di balik banyaknya lowongan yang tersedia, persoalan minat pencari kerja kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotawaringin Timur mencatat, sebanyak 464 lowongan kerja dibuka dalam kegiatan tersebut.
Seluruhnya berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit yang masih menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di daerah ini.
Kepala Disnakertrans Kotim Rusnah mengatakan job fair kembali digelar karena menjadi ruang pertemuan langsung antara pencari kerja dan perusahaan.
“Bagi masyarakat Kotim yang sedang mencari pekerjaan, silakan datang ke stan kami. Ada ratusan lowongan kerja yang tersedia,” ujarnya.
Sebanyak delapan perusahaan perkebunan kelapa sawit turut berpartisipasi. Dan salah satu perusahaan membutuhkan banyak tenaga kerja yakni mencapai 400 orang.
Jenis pekerjaan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari operator dan mekanik pabrik kelapa sawit, tenaga administrasi, mandor, hinga sopir dan tenaga panen. Selain itu, tersedia pula kebutuhan tenaga pendukung seperti guru, perawat, juru masak, dan operator teknis lainnya.
Menurut Rusnah, banyaknya lowongan yang dibuka menunjukkan bahwa peluang kerja di Kotawaringin Timur sejatinya masih terbuka lebar. Namun tingginya angka pengangguran di daerah ini tidak semata-mata disebabkan oleh minimnya lapangan pekerjaan.
“Bukan hanya soal ada atau tidaknya lowongan. Banyak masyarakat lebih memilih bekerja mandiri, seperti berkebun atau usaha sendiri,” katanya.
Ia menilai minat pencari kerja terhadap sektor tertentu masih menjadi tntangan, terutama pada pekerjaan di perkebunan kelapa sawit yang menuntut kesiapan fisik dan komitmen kerja.
“Nanti akan terlihat, dari hampir 500 lowongan ini berapa yang benar-benar terisi. Kalau hanya sebagian kecil, berarti memang minatnya yang rendah,” ujarnya.
Rusnah menyebut, mayoritas pencari kerja di kotim berlatar belakang pendidikan SMP dan SMA sederajat. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih terbuka ka melihat peluang kerja yang tersedia di daerah sendiri.
“Kami terus berupaya memfasilitasi ketenagakerjaan. Harapannya, pemuda dan generasi muda Kotim bisa mendapatkan pekerjaan dan menigkatkan kesejahteraan tanpa harus keluar daerah,” pungkasnya. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor