SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kondisi cuaca laut di wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Kalteng pada periode 7–8 Januari 2026.
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, angin permukaan di perairan Kalimantan Tengah dominan bertiup dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan 4–8 knot.
Namun, kecepatan angin maksimum dapat mencapai 19 knot, terutama di wilayah perairan selatan.
BMKG juga mendeteksi adanya daerah belokan angin di sekitar perairan selatan Kalimantan Tengah. Kondisi ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang, serta berpotensi menimbulkan hujan ringan hingga sedang pada menjelang siang hingga malam hari.
Gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, meliputi Perairan Kuala Jelai, Pangkalan Bun, Kumai, Kuala Pembuang, Teluk Sampit, serta Kuala Kapuas.
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau nelayan dan operator pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas perahu nelayan dinilai berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang juga diminta berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter. Pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar.
BMKG mengingatkan masyarakat pesisir untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dan tidak memaksakan aktivitas di laut saat kondisi cuaca memburuk, guna menghindari potensi kecelakaan laut. (oes)
Editor : Slamet Harmoko