SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen untuk mendorong pemenuhan kekurangan anggaran pembayaran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang hanya mencukupi hingga Oktober 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Mariani menyebut, hal ini akan menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 mendatang.
“Kita berusaha di perubahan nanti bagaimana caranya untuk memenuhi itu. Jadi kekurangannya tiga bulan masih bisa kita kejar pada anggaran perubahan tahun 2026,” ujar Mariani.
Komisi IV DPRD Kotim menilai, pemenuhan kebutuhan listrik PJU sangat penting karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama di kawasan padat lalu lintas.
“Lampu jalan sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan dan keamanan lingkungan. Karena itu, kami akan dorong agar kekurangannya bisa ditutupi pada APBD Perubahan,” tandasnya.
Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim melaporkan bahwa pagu anggaran tahun 2026 turun sebesar Rp14 miliar, dari total belanja tahun sebelumnya.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menjelaskan bahwa pagu belanja tahun depan hanya mencapai Rp16,65 miliar, sementara kebutuhan riil meningkat seiring bertambahnya jumlah titik PJU di seluruh wilayah.
"Penurunan yang menjadi perhatian terjadi pada anggaran listrik PJU, yang berkurang dari Rp7,47 miliar pada 2025 menjadi Rp5,17 miliar di 2026,” sebutnya.
Berdasarkan perhitungan Dishub Kotim, biaya listrik PJU per bulan mencapai sekitar Rp610 juta, sehingga dana yang tersedia hanya cukup hingga bulan Oktober.
“Kami menghitung rata-rata per bulan sekitar Rp610 juta. Dengan anggaran Rp5 miliar, pembayaran listrik hanya cukup sampai Oktober. Artinya, kami masih kekurangan sekitar Rp2,8 miliar,” terang Raihansyah. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor