SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menangani insiden pohon tumbang di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 11, Kelurahan Pasir Putih, Rabu (3/12) malam. Peristiwa tersebut terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Sampit.
“Kami menerima laporan dari warganet pada pukul 20.54 WIB yang mengabarkan adanya pohon tumbang di Jalan Jenderal Sudirman KM 11, dekat Tugu Selamat Datang Sampit,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam.
Setelah menerima laporan, dua personel BPBD langsung dikerahkan ke lokasi dan tiba pada pukul 21.36 WIB untuk melakukan evakuasi pohon jenis waru tersebut.
“Pohon sempat menutup sebagian badan jalan. Saat petugas kami tiba, masyarakat sudah membantu memindahkannya ke bahu jalan. Penanganan tetap dilakukan meski hujan masih turun dan kondisi penerangan minim,” ujarnya.
Multazam juga melaporkan kondisi cuaca terkini yang masih menunjukkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang mencapai 21 knot atau sekitar 42 km/jam.
“Hingga malam ini, hujan masih terpantau di sebagian wilayah Kota Sampit dan kecamatan sekitarnya. Berdasarkan sebaran awan, hujan tidak merata di seluruh wilayah,” tambahnya.
Dua Desa Dilaporkan Terendam Banjir
Berdasarkan pembaruan data per Rabu malam (3/12), dua desa dilaporkan terdampak banjir, yakni Desa Rantau Suang di Kecamatan Telaga Antang dan Desa Tumbang Mujam di Kecamatan Tualan Hulu.
Ketinggian air di dua desa tersebut berada pada kisaran 50 cm hingga 1 meter di permukaan tanah. Sementara di dalam rumah, genangan dilaporkan mencapai sekitar 20–40 cm.
Banjir dipicu curah hujan lebat selama sekitar 11 jam, mulai pukul 02.00 WIB hingga 13.00 WIB. Pada malam harinya, debit air mulai surut dan pada keesokan paginya kondisi dilaporkan sudah membaik.
Untuk Desa Tumbang Mujam, banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu sungai.
“Air yang menggenangi Desa Tumbang Mujam masih relatif aman. Pos Pantau Tumbang Sangai akan memberikan pembaruan berkala. Hingga 3 Desember 2025, hanya dua desa yang terkonfirmasi terdampak banjir. Namun, apabila curah hujan kembali tinggi, genangan yang mulai surut bisa naik lagi,” tutup Multazam. (hgn/yit)
Editor : Heru Prayitno