SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit terus berupaya berbenah memperbaiki pelayanan terhadap pasien.
Seperti durasi waktu tunggu antrean pendaftaran yang tidak terlalu lama, pemenuhan dokter spesialis, perbaikan sarana dan prasarana hingga kelengkapan peralatan medis masih terus diupayakan.
”Sekarang itu yang menjadi fokus utama kami, bagaimana pasien ataupun pengunjung rumah sakit merasa nyaman dan terlayani dengan baik," dr Yulia Nofiany, Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Sabtu (29/11).
Yulia menyadari akan selalu ada pengunjung yang datang tidak merasa puas dengan pelayanan di RSUD dr Murjani Sampit. Namun, ia bukan pejabat yang anti kritik, justru kritikan menjadi bahan evaluasi untuk berbenah memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
"Rumah sakit itu salah satu fasilitas kesehatan yang paling sering dikunjungi. Semua pasien ingin dilayani dengan cepat, tetapi masih saja ada yang belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Itu hal yang wajar, karena itu setiap kritikan menjadi bahan evaluasi kami untuk memperbaiki layanan lebih baik lagi," ujarnya.
Baru-baru ini, BPJS Kesehatan memberlakukan kebijakan bagi seluruh peserta JKN-KIS yang diwajibkan melakukan pindai wajah dan sidik jari per 1 Oktober 2025 lalu.
Dua alat yang sebelumnya beroperasi menimbulkan antrean cukup padat pada jam 07.00-09.00 WIB.
Namun, RSUD dr Murjani Sampit bergerak cepat mengupayakan penambahan enam alat baru dari BPJS Kesehatan selaku penyedia.
Selama kurang lebih sepekan menunggu, enam alat ditambah dan dioperasikan mulai Selasa (7/10) untuk mempercepat proses pemindaian wajah dan sidik jari, sehingga antrean berlangsung tidak terlalu lama.
Lima alat pindai wajah dan sidik jari tersebut diletakkan 6 unit di lantai dasar, 1 unit di Klinik Paru dan 1 unit di Ruang Unit Hemodialisis.
"Sekarang delapan alat sudah beroperasi. Ini cukup mempercepat proses absensi sidik jari dan finger print, antrean lebih tertib dan teratur. Memang tentu saja masih mengantre, tetapi prosesnya berlangsung cepat tidak terlalu lama," kata dr Damayanti Tangkidi Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) yang juga menjabat sebagai Kepala Instalasi Rawat Jalan RSUD dr Murjani Sampit.
Rani salah satu pasien di Unit Hemodialisis pun merasa terbantu dengan kemudahan layanan di RSUD dr Murjani Sampit.
Meskipun duduk di kursi roda, pasien tetap dibantu untuk mendekatkan alat finger print.
Dengan keterbatasan kemampuan fisik yang dialami pasien, rumah sakit sudah menyediakan kursi roda di samping kiri pintu masuk rumah sakit.
”Saya dibantu keluarga pakai kursi roda, petugas medis juga sabar melayani. Walaupun saat sidik jari agak kesulitan terakses, harus mencoba beberapa kali sampai berhasil," ujarnya. (hgn/gus)
Editor : Gunawan.