SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – RSUD dr Murjani Sampit mewacanakan pembangunan Gedung Layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) Terpadu sebagai bagian dari upaya penguatan layanan penyakit katastropik yang menjadi beban utama sistem kesehatan nasional.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Anggun Iman Hernawan, Sp.Ok, mengatakan KJSU merupakan program prioritas Kementerian Kesehatan RI yang didorong untuk merata hingga ke fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten.
“RSUD dr Murjani Sampit memiliki impian jangka panjang membangun Gedung Layanan KJSU Terpadu,” ujarnya, Jumat (28/11).
Program KJSU berfokus pada peningkatan akses dan mutu layanan bagi pasien kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi, dengan tujuan menekan angka kematian serta mengurangi beban biaya kesehatan. Upaya yang ditempuh meliputi pengadaan alat kesehatan, peningkatan kompetensi SDM, dan pembentukan jejaring rumah sakit pengampu.
“Program ini bertujuan mempercepat pemerataan layanan kesehatan berkualitas di seluruh Indonesia dan memperbaiki mekanisme rujukan sehingga pasien dapat mengakses layanan sesuai tingkat keparahannya dengan lebih mudah,” jelas Anggun.
RSUD dr Murjani Sampit diketahui masih memiliki lahan seluas 6.500 m² yang sebelumnya digunakan untuk bangunan IGD lama, rontgen, gizi, dan ruang operasi. Lokasinya bersebelahan dan masih terhubung dengan gedung utama rumah sakit.
Manajemen juga telah melibatkan rekanan untuk menyusun perkiraan biaya pembangunan gedung empat lantai tersebut. Estimasi konstruksi mencapai Rp160,5 miliar. Perhitungan itu belum termasuk jasa konsultan. Berdasarkan Permen PUPR Nomor 22 Tahun 2018, jasa konsultan perencana diperkirakan 3,4 persen dari nilai konstruksi atau sekitar Rp5,4 miliar, sementara jasa konsultan manajemen konstruksi sekitar 2,7 persen atau Rp4,6 miliar.
Wacana pembangunan Gedung KJSU beserta estimasi anggarannya sebelumnya telah dipaparkan Pelaksana Tugas Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, dalam rapat pembahasan RAPBD bersama DPRD Kotim pada 23 Oktober 2025.
“Wacana pembangunan Gedung KJSU sudah dipresentasikan di hadapan anggota DPRD. Namun karena kebutuhan efisiensi anggaran, rencana ini belum dapat diakomodasi dalam APBD tahun depan,” kata Anggun.
Meski demikian, manajemen tetap optimistis wacana tersebut dapat terwujud. Jika pembangunan Gedung KJSU Terpadu terealisasi, seluruh layanan terkait akan terintegrasi dalam satu gedung sehingga mempermudah akses pasien.
Untuk layanan kanker, fasilitas kemoterapi sebenarnya telah lama berjalan, tetapi sementara tidak beroperasi karena dokter spesialis onkologi, dr Win Teki Sendy, pindah tugas ke Yogyakarta tiga bulan lalu.
Layanan jantung juga sudah memiliki fasilitas cathlab dengan dukungan dua dokter, yakni dr Robert dan dr Heru Dento. Namun dr Robert masih menjalani pendidikan jantung intervensi dan ditargetkan membuka layanan intervensi pada 2026.
Untuk layanan stroke, sebelumnya juga telah berjalan. Saat ini dr Borneo tengah melanjutkan pendidikan spesialisasi sehingga ke depan RSUD dapat membuka layanan intervensi stroke.
“Layanan uronefrologi seperti cuci darah masih berjalan hingga kini. Kami berharap pada 2026 keempat layanan KJSU dapat beroperasi optimal,” tandas Anggun. (hgn/yit)
Editor : Gunawan.