Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

RSUD dr. Murjani Sampit Siapkan Tujuh Jalur Pendaftaran Rawat Jalan Terpadu

Heny Pusnita • Kamis, 27 November 2025 | 07:24 WIB
RSUD dr. Murjani Sampit  fokus mengatasi penumpukan antrean pasien yang kerap terjadi.
RSUD dr. Murjani Sampit fokus mengatasi penumpukan antrean pasien yang kerap terjadi.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – RSUD dr. Murjani Sampit terus berupaya meningkatkan kenyamanan pasien, khususnya pelayanan rawat jalan. Salah satu fokus perbaikan adalah mengatasi penumpukan antrean yang kerap menjadi sorotan publik.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Anggun Iman Hernawan Sp. Ok, mengatakan penurunan keluhan antrean yang sebelumnya signifikan kembali meningkat sejak diberlakukannya kebijakan wajib pindai wajah (face recognition) dan sidik jari (fingerprint) bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Oktober 2025.

“Persoalan antrean online sudah jauh menurun. Dalam sebulan hanya satu atau dua komplain, itu pun karena tidak mendapat kuota di klinik tertentu. Namun setelah kebijakan wajib fingerprint dan face recognition, komplain meningkat lagi,” ujarnya, Rabu (26/11).

Sebelum kebijakan tersebut, pasien BPJS yang sudah mendaftar secara daring dapat langsung menuju klinik tujuan. Kini, pasien wajib melakukan pemindaian wajah dan sidik jari di lantai dasar sebelum ke poli. 

Sistem yang digunakan adalah Face Recognition Integrated System Hospital (FRISTA) atau Face Recognition BPJS Kesehatan, yang berfungsi memverifikasi identitas peserta JKN-KIS secara digital.

Meski bertujuan mempercepat proses tanpa kartu fisik, meningkatkan keamanan, dan menyinkronkan data dengan SIMRS, kebijakan ini sempat menimbulkan penumpukan karena minimnya perangkat pendukung. 

Dalam sepekan setelah penerapan kebijakan, rumah sakit menambah perangkat pemindaian untuk mempercepat proses. “Saat ini ada delapan alat pindai wajah dan sidik jari. Enam di lantai dasar, dua lainnya di Klinik Paru dan Unit Hemodialisis,” kata dr. Iman.

Ia menambahkan, antrean yang biasanya menumpuk pada pukul 07.00–09.00 WIB mulai lebih terkendali. “Antrean pasti terjadi di mana pun rumah sakitnya. Yang penting, bagaimana kami membuat pasien merasa nyaman dengan durasi antrean yang tidak terlalu lama,” ujarnya.

Ke depan, manajemen berencana menata ulang proses pendaftaran rawat jalan. Administrasi yang sebelumnya tersebar di lantai 1 dan lantai 3 akan dipusatkan di lantai 1.

“Mulai tahun depan, seluruh proses pendaftaran selesai di lantai satu. Setelah itu, pasien tinggal menunggu di depan klinik masing-masing,” jelasnya.

Untuk mempercepat layanan, RSUD dr. Murjani Sampit juga akan menyiapkan tujuh jalur loket pendaftaran serta jalur khusus pasien prioritas.

“Saat ini kami sedang menyiapkan station layanan pendaftaran rawat jalan terpadu. Dengan tujuh jalur yang masing-masing dijaga petugas, kami harap antrean bisa lebih cepat, tertib, dan nyaman bagi pasien,” pungkasnya. (hgn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#pasien #RSUD dr Murjani Sampit #Atrean