Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

Ratusan Mahasiswa Universitas Palangka Raya Jalani Koas di RSUD dr Murjani Sampit

Heny Pusnita • Rabu, 26 November 2025 | 16:12 WIB
Mahasiswa UPR yang sedang menjalani masa koas di RSUD dr Murjani Sampit.
Mahasiswa UPR yang sedang menjalani masa koas di RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – RSUD dr Murjani Sampit tidak hanya memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai rumah sakit pendidikan satelit bagi mahasiswa kedokteran. Rumah sakit ini menjadi tempat pelaksanaan program Co-assistant (Koas) bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya (UPR).

Kerja sama antara RSUD dr Murjani Sampit dan Fakultas Kedokteran UPR ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Aula Penunjang Lantai II rumah sakit tersebut pada 26 Juli 2024. Sebagai persiapan, sebanyak 15 dokter spesialis yang menjadi pembimbing klinik telah mengikuti pelatihan asesmen klinik pada 26–27 Juli 2024.

Selama lebih dari setahun, mahasiswa FK UPR datang bergiliran untuk mengikuti koas sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, melalui Ketua Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik), dr Franky Sumarlie, mengatakan para mahasiswa mendapatkan pembelajaran langsung di berbagai program studi, di antaranya Ilmu Kesehatan Anak, THT, Psikiatri, dan Mata.

Setiap program studi memiliki durasi koas berbeda, yaitu lima minggu untuk stase anak, empat minggu untuk mata, serta dua minggu untuk THT dan psikiatri. 

Hingga kini lebih dari 225 mahasiswa telah mengikuti koas secara terjadwal. Rinciannya, stase anak (September 2024–November 2025) diikuti 100 mahasiswa, stase mata (Agustus–November 2025) sebanyak 50 mahasiswa, dan stase THT (Juli–November 2025) 50 mahasiswa.

“Penerimaan mahasiswa co-ass berlangsung terus selama kerja sama dengan UPR berjalan. Saat ini sudah ada empat program studi, dan ke depan akan bertambah secara bertahap seperti kebidanan dan kandungan, radiologi, bedah, serta anestesi,” ujar dr Franky.

Ia menambahkan, seluruh mahasiswa dibimbing oleh sekitar 40 dokter spesialis yang berperan aktif memberikan materi, tugas, dan pendampingan klinis. Para mahasiswa juga diwajibkan melaksanakan promosi kesehatan berupa penyuluhan di poliklinik serta membuat laporan kasus.

Salah satu pembimbing klinis, dr Moch Choirul Waro Spesialis Jiwa, menjelaskan bahwa mahasiswa pada stase psikiatri mendapat tugas melakukan pemeriksaan klinis, anamnesis, hingga penegakan diagnosis. Program studi psikiatri mulai berjalan sejak Juli 2025.

“Setiap hari mereka bertugas di Klinik Psikiatri dan Ruang Rawat Inap Teratai,” ujar dr Waro yang juga Koordinator Stase Psikiatri RSUD dr Murjani Sampit.

Mahasiswa menjalani koas psikiatri selama lima minggu di beberapa fasilitas kesehatan. Pembagiannya yaitu satu minggu di RSUD dr Murjani Sampit, satu minggu di RSJ Kalawa Atei, dan satu minggu di RSUD Doris Sylvanus sekaligus mengikuti ujian referat, di mana mereka mempresentasikan karya tulis ilmiah di hadapan penguji.

“Mahasiswa yang koas di RSUD dr Murjani Sampit terdiri dari dua rombongan, masing-masing berjumlah 15–20 orang. Setiap hari mereka tidak hanya melayani pasien, tetapi juga melaporkan dan mendiskusikan kasus yang ditangani,” pungkasnya. (hgn/yit)

 

 

Editor : Heru Prayitno
#mahasiswa #RSUD dr Murjani Sampit #koas