SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca buruk yang diprediksi melanda Kalimantan Tengah selama 19–21 November 2025.
Cuaca ekstrem ini dipicu kombinasi anomali suhu muka laut yang menghangat dan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di Fase 6.
Kondisi tersebut memperbesar peluang terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kalteng.
Dalam rilis resmi Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, BMKG menyebut munculnya daerah konvergensi atau perlambatan angin di atas Kalimantan Tengah turut memperparah situasi.
Suhu muka laut yang hangat di perairan selatan Kalteng meningkatkan penguapan, membuat massa uap air semakin banyak dan mendorong pertumbuhan awan hujan berintensitas tinggi.
Kelembapan udara yang cukup basah serta labilitas lokal yang kuat juga ikut berperan. BMKG menilai kombinasi ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat, petir, serta angin kencang yang dampaknya bisa meluas.
Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalteng berada dalam status waspada, mulai dari Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, hingga wilayah Barito Raya, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Hujan lokal dengan durasi singkat juga berpotensi muncul sewaktu-waktu dan tidak menutup kemungkinan munculnya angin puting beliung.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan banjir, genangan air, tanah longsor, serta pohon tumbang yang kerap terjadi saat cuaca ekstrem. Aktivitas harian dan mobilitas warga juga dapat terganggu.(oes)
Editor : Slamet Harmoko