SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com - Serangan hewan predator, salah satunya buaya masih menjadi ancaman. Masyarakat terutama yang bermukim di bantaran sungai diimbau tetap waspada dan menghindari aktivitas terutama saat hari gelap.
"Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di pinggir sungai atau lanting saat hari mulai gelap. Karena, saat malam hingga subuh jarak pandang terbatas sehingga harus selalu waspada. Lebih baik mencegah jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Wahito Fajriannor, Anggota Komisi I DPRD Kotim, Selasa (11/11/2025).
Wahito menyebut populasi buaya dari tahun ke tahun semakin bertambah. Maka, tidak heran jika ada sejumlah masyarakat yang menemukan kemunculan buaya di Sungai Mentaya atau berjemur di tepian sungai.
"Dulu buaya kemungkinan jarang ditemukan. Semakin tahun buaya semakin berkembangbiak bertambah banyak, sehingga masyarakat sudah biasa melihat kemunculan buaya di Sungai Mentaya," ujarnya.
Wahito juga mengingatkan masyarakat terutama yang tinggal di bantaran sungai agar tidak membuang sampah, bangkai hewan dan tidak membangun kandang ternak ayam atau itik di atas bantaran sungai yang dapat memancing kedatangan buaya.
"Buaya itu datang bisa karena ada bunyi suara air atau bisa juga dipicu bau sampah atau bangkai hewan, saat membersihkan ikan atau ayam yang kotorannya dibuang ke sungai. Ini yang bisa menarik perhatian buaya," ucap Politisi muda dari Partai Demokrat.
Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut juga kerap kali melihat warga menghadapi banjir rob tahunan yang tidak hanya merendam rumah, namun juga mengancam keselamatan warga dikarenakan kemunculan buaya yang berenang tenang dan membahayakan.
"Saat air pasang, warga perlu meningkatkan kewaspadaan karena buaya biasanya muncul saat air pasang malam hari. Dengan penglihatan yang terbatas, kemunculan buaya yang tiba-tiba, bisa saja mengancam keselamatan warga, karena itu warga harus berhati-hati saat beraktivitas malam hari terutama saat kondisi air pasang," pungkasnya. (hgn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor