SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Suprianto mendorong pemerintah daerah untuk lebih berani mengambil langkah strategis dalam mengelola aset daerah dan menggali potensi baru pendapatan asli daerah (PAD), termasuk melalui perdagangan karbon (carbon trading).
Ia menilai, kedua sektor ini bisa menjadi sumber pendapatan besar jika dikelola secara serius dan terencana.
Menurut Suprianto, saat ini masih ada sejumlah kendala dalam hal penguasaan dan pengelolaan potensi daerah, terutama di sektor sungai.
“KSOP itu seharusnya hanya berwenang sampai delapan mil dari muara laut ke arah Sampit yang artinya batasnya di Bagendang. Setelah itu mestinya sudah menjadi wilayah dan potensi pendapatan Kabupaten Kotim. Tapi sekarang masih dikuasai KSOP. Jadi, perlu keberanian pemerintah daerah untuk mengambil kembali haknya itu,” tegas Suprianto.
Selain itu, ia juga menyoroti aset-aset hasil sitaan dari kasus penyalahgunaan lahan yang seharusnya menjadi milik kabupaten namun selama ini dikuasai pihak lain.
Suprianto menyebutkan, terdapat sekitar 160 hektare lahan sitaan yang bisa dimanfaatkan untuk menambah PAD apabila dikelola dengan baik.
Lebih lanjut, Suprianto menyoroti peluang besar dari sektor perdagangan karbon (carbon trading) yang dapat menjadi sumber PAD baru di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa Kotim memiliki potensi karbon tinggi karena luas kawasan hutannya mencapai sekitar 64 persen dari total wilayah.
Suprianto berharap pemerintah daerah bisa bergerak cepat menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki pengalaman dalam perdagangan karbon, seperti perusahaan Restorasi Ekosistem (RMU) yang telah aktif di sektor tersebut.
“Regulasinya memang belum ada sekarang. Tapi justru mumpung belum ada, pemerintah daerah harus bergerak cepat menyiapkan langkah-langkah strategis. Kalau nanti regulasinya sudah keluar, Kotim sudah siap lebih dulu,” tandasnya. (ang/fm)
Editor : Farid Mahliyannor