Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pengadaan PJU Tenaga Surya di Kapten Mulyono Sampit Dikaji Ulang

Usay Nor Rahmad • Kamis, 2 Oktober 2025 | 16:02 WIB
Jalan Kapten Mulyo Sampit saat malam hari, tampak gelap dan memerlukan penerangan cukup. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Jalan Kapten Mulyo Sampit saat malam hari, tampak gelap dan memerlukan penerangan cukup. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya di Jalan Kapten Mulyono, mendapat sorotan dari warga.

Mereka khawatir PJU berbasis tenaga surya justru tidak efektif dan hanya membuang anggaran.

Salah satu warga, Tasripin, menilai lampu jalan tenaga surya rentan cepat rusak dan sulit dirawat. “Kalau pakai tenaga surya cepat rusak, perawatannya sulit. Apa tidak bisa yang lain saja? Banyak listrik tenaga surya yang lama sudah rusak tidak terawat,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Senada, warga lainnya, Luffhi, menyoroti kerawanan pencurian perangkat PJU tenaga surya. “Rawan maling. Seperti contoh lampu tenaga surya sepanjang Jalan Jendral Sudirman Sampit, banyak yang hilang,” katanya.

Kendati demikian, ada pula warga yang mendukung. Terpenting Jalan Kapten Muyono tersebut menjadi terang. Dengan begitu akan semakin aman dilalui.

“Selama ini jalan remang-remang, pencahayaan dari pertokoan dan rumah warga hanya cukup terang hingga perempatan Jalan Pelita situ saja. Ke hilirnya gelap lagi hingga jembatan patah, apalagi setelah jembatan tambah gelap lagi,” ungkap Rahmad, warga yang kerpa melintas di Jalan Kapten Mulyono Sampit.

Sebelumnya, Dishub Kotim telah menyatakan minimnya penerangan di Jalan Kapten Mulyono akan diatasi dengan pemasangan sekitar 90–100 titik PJU tenaga surya.

Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kotim Raihansyah, mengatakan langkah itu dipilih karena dianggap lebih hemat dan tidak membebani biaya listrik bulanan daerah.

“Lampu jalan ini sangat ditunggu masyarakat, apalagi arus lalu lintas di jalur tersebut cukup padat,” ujarnya.

Dishub juga memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp35 juta per unit PJU tenaga surya. Namun, dengan adanya kritik dari warga, rencana ini dinilai perlu kajian lebih mendalam.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya fokus pada efisiensi anggaran, tetapi juga mempertimbangkan faktor ketahanan, keamanan, dan keberlanjutan perawatan PJU.

“Kalau hanya semangat pasang, tapi sebentar rusak atau dicuri, yang rugi juga masyarakat,” tambah Tasripin.

Kini publik menunggu langkah Dishub Kotim, apakah tetap ngotot dengan PJU tenaga surya atau mencari alternatif lain yang lebih efektif dan berumur panjang. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#PJU tenaga surya #pju #Jalan Kapten Mulyono Sampit