Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BMKG Kotim Prediksi Hujan Mulai Redam Karhutla, Tapi Waspada Potensi Banjir

Usay Nor Rahmad • Senin, 29 September 2025 | 12:52 WIB

Awan mendung di atas Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Dok. Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)
Awan mendung di atas Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Dok. Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit merilis peringatan dini terkait kondisi cuaca, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta banjir di wilayah Kalimantan Tengah, Senin (29/9/2025 ).

Dari analisis cuaca, potensi kemudahan terjadinya kebakaran pada 29–30 September 2025 relatif menurun. Hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah masuk kategori aman. Hanya sebagian kecil daerah di pesisir

selatan yang masih berstatus tidak mudah terbakar.
“Secara umum kondisi kelembapan dan curah hujan mulai meningkat. Hal ini berdampak pada penurunan risiko kebakaran lahan,” kata Forecaster On Duty BMKG Stamet H Asan M Inggit Rizki.

Meski demikian, data hotspot 24 jam terakhir masih mencatat 24 titik panas tersebar di beberapa kecamatan. Titik terbanyak ada di Telaga Antang (8 hotspot) dan Antang Kalang (7 hotspot). Tingkat kepercayaan titik panas tersebut mayoritas berada di level menengah.

Pantauan satelit Himawari menunjukkan arah angin pada 29 September bertiup dari timur menuju barat. Sementara itu, citra satelit cuaca Himawari-8 pukul 07.00 WIB mendeteksi pertumbuhan awan signifikan di hampir seluruh wilayah Kotim. Hanya Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, dan Teluk Sampit yang relatif lebih cerah.

BMKG juga merilis prakiraan banjir per dasarian (10 harian). Pada periode 21–30 September, wilayah Kalteng relatif aman dari banjir. Namun, memasuki dasarian I Oktober (1–10 Oktober), potensi banjir mulai meningkat di kategori rendah hingga menengah. Bahkan, pada dasarian II Oktober (11–20 Oktober), potensi banjir semakin meluas di wilayah tengah hingga selatan Kalteng.

“Dengan meningkatnya curah hujan di awal Oktober, masyarakat diminta tetap waspada potensi genangan dan banjir, terutama di daerah rawan,” tambah BMKG Kotim dalam keterangannya.

Untuk aktivitas pelayaran, BMKG memprediksi tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah pada Selasa (30/9) berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Kondisi ini tergolong aman bagi nelayan dan kapal berukuran kecil, namun tetap perlu kewaspadaan karena berpotensi disertai hujan.

Berdasarkan model prediksi numerik, akumulasi curah hujan di Kotim pada 29–30 September 2025 berpotensi hujan ringan hingga sedang.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, serta memperhatikan informasi resmi dari BMKG. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#cuaca hari ini #mendung