SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur melaporkan kondisi cuaca terbaru per Jumat (26/9/2025).
Berdasarkan citra satelit cuaca Himawari-8 Infra Red Enhanced pukul 07.00 WIB, tidak terdeteksi adanya pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
"Kondisi ini menunjukkan minimnya potensi hujan di Kotim pada pagi hingga siang hari. Padahal, data sebelumnya mencatat masih terdapat sejumlah hotspot di beberapa kecamatan, khususnya Antang Kalang, Tumbang Gagu, Tumbang Manya, hingga Bukit Santuai," ungkap Forecaster on Duty BMKG Stamet Meteorologi H Asan Kotim M Inggut Rizki.
Meski prakiraan cuaca 24 jam ke depan menyebutkan adanya potensi berawan hingga hujan ringan, namun ketiadaan pertumbuhan awan signifikan pada pagi hari membuat potensi hujan di wilayah rawan kebakaran lahan masih terbatas.
Selain itu, prakiraan arah angin berdasarkan satelit Himawari menunjukkan pergerakan angin dari timur hingga tenggara menuju barat hingga barat laut, yang berpotensi mempercepat penyebaran asap apabila kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi.
BMKG juga merilis prakiraan gelombang laut pada 27 September 2025 dengan ketinggian 0,5 – 1,25 meter pada siang hari dan menurun menjadi 0,5 – 1,0 meter pada malam hari.
Sementara potensi banjir di wilayah Kalimantan Tengah pada dasarian I Oktober 2025 diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, berbeda dengan dasarian III September yang sempat berada pada kategori tinggi.
Dengan kondisi atmosfer yang relatif kering dan belum ada pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim, BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Upaya pencegahan dini sangat diperlukan agar titik panas yang sudah terpantau tidak berkembang menjadi kebakaran besar. (oes)
Editor : Slamet Harmoko