Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dua Jembatan di Kecamatan MHS Membahayakan Pengguna Jalan, Wakil Ketua Dewan Mendesak Minta Perbaikan

Rado. • Kamis, 4 September 2025 | 06:10 WIB
RUDIANUR WAKIL KETUA II DPRD KOTIM
RUDIANUR WAKIL KETUA II DPRD KOTIM

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki dua jembatan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) yang kondisinya miring dan membahayakan pengguna jalan.

Kedua jembatan tersebut berada di Desa Basirih, masing-masing di perbatasan Basirih Hulu–Jaya Kelapa dan satu lagi di Basirih Hulu.

“Jembatan itu sebenarnya sudah lama terbuat dari kayu ulin. Kami mendorong pemerintah supaya memperhatikan itu, jangan sampai berpengaruh kepada masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.

Ia menyebut, hingga saat ini belum ada perbaikan signifikan dari pemerintah, selain perbaikan swadaya masyarakat. Menurutnya, solusi paling efektif adalah mengganti konstruksi kayu dengan beton atau kerangka baja, mengingat ketersediaan kayu ulin semakin sulit didapat.

“Kalau menurut saya, itu harus diganti pembangunannya dengan kerangka baja. Pertama, mencari kayu ulin sekarang ini susah. Dua jembatan itu perlu segera dibangun,” tegasnya.

Rudianur menjelaskan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi warga, termasuk penghubung dari Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, menuju Pasar Samuda. Jalur ini juga menjadi rute penting bagi anak sekolah, santri pesantren, serta mobilitas logistik dan bahan bangunan.

“Kalau lewat Jalan HM Arsyad jaraknya terlalu jauh. Akibat kondisi jembatan sekarang, masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih untuk lansir menggunakan pikap atau kendaraan lain, termasuk untuk kebutuhan logistik dan membangun rumah,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi ini sudah seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah daerah agar pembangunan bisa dilakukan secepatnya demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

“Ini akses vital. Jangan sampai menunggu jatuh korban atau masyarakat semakin terbebani baru diperbaiki,” tutupnya. (ang/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#jembatan #infrastruktur #butuh perbaikan #rusak