Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Wakil Bupati Kotawaringin Timur Tegaskan Tanggung Jawab Bersama Atasi Banjir

Yuni Pratiwi Iskandar • Selasa, 19 Agustus 2025 | 21:13 WIB
GOTONG ROYONG: ASN lingkup Pemkab Kotim gotong-royong membersihkan drainase di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (19/8/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT
GOTONG ROYONG: ASN lingkup Pemkab Kotim gotong-royong membersihkan drainase di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (19/8/2025). FOTO: YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggerakkan seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan badan terkait untuk melaksanakan kerja bakti massal membersihkan drainase di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Selasa (19/8/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kotim Halikinnor dalam upaya mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan Sampit.

Wakil Bupati (Wabup) Kotim Irawati yang turun langsung memimpin kegiatan menjelaskan, pembersihan drainase dilakukan berdasarkan hasil identifikasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setelah hujan deras beberapa waktu lalu. Dari hasil pemetaan, Kecamatan MB Ketapang menjadi titik terparah terdampak banjir selain Kecamatan Baamang.

“Drainase di Ketapang banyak mengalami pendangkalan dan penyempitan, tertutup rumput serta sampah yang dibuang sembarangan. Ini yang menyebabkan air tidak mengalir lancar saat hujan lebat kemarin,” ujar Irawati.

Kerja bakti massal ini dibagi dalam beberapa zona. Zona 1 mencakup Jalan Pelita sekitar SPBU dan Telkom, Zona 2 di Jalan Suprapto, Zona 3 di Jalan Anang Santawi, Zona 4 dari Jalan Kopi Selatan hingga Jalan Kembali, serta Zona 5 di Jalan D.I. Panjaitan mulai simpang tiga Anang Santawi ke arah selatan.

Hasilnya, sebagian besar drainase sudah mulai berfungsi normal. Namun, Irawati menyebut ada beberapa titik yang tidak dapat dikerjakan secara manual karena mengalami pendangkalan cukup parah.

“Untuk kawasan Pelita, Suprapto, Anggur hingga Anang Santawi, sudah saya minta Dinas PU menurunkan alat berat agar pengerjaan lebih maksimal,” tegasnya.

Sementara di kawasan Jalan Kopi Selatan dan Jalan Panjaitan, pembersihan cukup dilakukan manual karena drainase hanya tertutup rumput. Meski demikian, Irawati menekankan kegiatan gotong royong ini idealnya tidak hanya melibatkan aparatur pemerintah.

“Ke depan, sesuai arahan Bupati, kegiatan gotong royong seperti ini bisa digelar rutin sebulan atau dua bulan sekali. Namun yang paling penting, masyarakat juga harus ikut. Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” katanya.

Selain fokus di MB Ketapang, Pemkab Kotim juga berencana melaksanakan kegiatan serupa di Kecamatan Baamang. Menurut Irawati, wilayah tersebut sudah lama tidak dilakukan gotong royong massal.

“Di Baamang kondisinya hampir sama. Sungai-sungai yang menuju Pamuatan juga mulai dangkal akibat sampah dan rumput liar. Ini harus segera ditangani agar tidak kembali menimbulkan banjir,” tambahnya.

Dengan kerja sama lintas SOPD dan keterlibatan masyarakat, Pemkab Kotim berharap persoalan banjir yang kerap menghantui wilayah perkotaan Sampit dapat diminimalisir. (yn/fm) 

 

Editor : Farid Mahliyannor
#atasi banjir #gotongroyong #kerja bakti #pemkab kotim