SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Warga Kalimantan Tengah diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan analisis cuaca dari Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, sebagian besar wilayah Kalteng masuk kategori sangat mudah terbakar pada 20–21 Juli 2025.
Peta sebaran potensi kebakaran menunjukkan warna merah mendominasi wilayah Kotawaringin Timur, Kapuas, Katingan, hingga sebagian Seruyan dan Pulang Pisau.
Hanya sebagian kecil wilayah di utara seperti Barito Utara dan Gunung Mas yang berada pada status “aman” atau “tidak mudah terbakar”.
Meski demikian, hasil rekapitulasi hotspot (titik panas) 24 jam terakhir yang dirilis BMKG dan BPBD Kotim menunjukkan tidak ada temuan titik panas.
Artinya, sejauh ini belum terdeteksi kebakaran aktif berdasarkan pantauan satelit.
Sementara itu, prakiraan hujan untuk periode 24 jam ke depan (20–21 Juli) menunjukkan kondisi cuaca berawan di wilayah Kotim.
Berdasarkan data model numerik WRF Daily Forecast, hujan diprediksi tidak terjadi secara signifikan, sehingga tidak cukup membantu meredam potensi karhutla.
Citra satelit Himawari-9 yang diambil pukul 07.00 WIB juga menunjukkan tidak ada pertumbuhan awan signifikan di seluruh wilayah Kotim. Hal ini menguatkan bahwa kemungkinan turunnya hujan sangat kecil dalam waktu dekat.
Dari sisi potensi banjir, wilayah Kalimantan Tengah juga terpantau dalam kategori aman hingga awal Agustus. Dalam peta prakiraan banjir per dasarian, sebagian besar wilayah Kalteng berada dalam zona “aman” dan “non banjir”.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan karhutla dan gambut, untuk tidak melakukan pembakaran terbuka dan tetap waspada.
“Meskipun hotspot nihil, kondisi cuaca kering dan mudah terbakar bisa memicu karhutla jika ada pemicu api,” tulis BMKG dalam keterangannya, Minggu (20/7/2025). (*)
Editor : Slamet Harmoko