Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Evaluasi Pilkada Kotim, Partisipasi Pemilih Tak Capai Target

Heny Pusnita • Rabu, 26 Februari 2025 | 14:10 WIB
EVALUASI: Komisi Pemilihan Umum Kotawaringin Timur menyusun laporan evaluasi Pilkada 2024.
EVALUASI: Komisi Pemilihan Umum Kotawaringin Timur menyusun laporan evaluasi Pilkada 2024.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melaksanakan penyusunan laporan evaluasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ada empat topik yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Ruangan Rumah Pintar Pemilu KPU Kotim yaitu terkait tahapan pemilihan, non pemilihan, suporting system dan faktor eksternal.

"Sesuai surat KPU RI tentang pelaksanaan dalam rangka penyusunan laporan evaluasi Pilkada 2024, KPU secara berjenjang menerima kuisoner yang sudah kami isi. Selanjutnya, kuisoner itu dievaluasi melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mengundang stakeholder terkait, Bawaslu Kotim dan perwakilan parpol," kata Muhammad Rifqi Ketua KPU Kotim, Senin (24/2).

Masing-masing komisioner menyampaikan pemuktahiran data pemilih dan sosialisasi tingkat partisipasi masyarakat dan pengelolaan sumber daya manusia serta adapula pembahasan terkait teknis, pencalonan dan pemungutan hingga rekapitulasi suara, tata kelola logistik, penegakan etik badan adhoc.

"Dari apa yang disampaikan komisioner, kami minta masukan saran terutama kepada stakeholder yang hadir. Kami melihat dari keempat topik pembahasan semua menarik dibahas, pertama terkait pemuktahiran data, bagaimana ke depan data pemilih bisa lebih akurat," ujarnya.

KPU Kotim juga sering kali berkoordinasi dengan Disdukcapil Kotim untuk sinkronisasi data pemilih.

"Seperti yang kita ketahui syarat memilih harus berusia 17 tahun yang dibuktikan dengan memiliki kartu identitas kependudukan sehingga pemilih pula bisa menggunakan hak suaranya," katanya.

"Kejari juga menyoroti laporan keuangan pengelolaan dana hibah agar ke depan bisa lebih disempurnakan,"tambahnya.

Selain itu, sosialisasi terhadap pemilih disabilitas juga menjadi perhatian KPU Kotim. Setelah Pilkada berakhir, KPU Kotim akan terus memberikan sosialisasi  terkait pendidikan pemilu dan pemuktahiran data pemilih berkelanjutan.

"Jumlah pengguna hak pilih di Pilkada 2024 berjumlah 210.576 dan 627 diantaranya adalah pemilih disabilitas. Ini yang menjadi perhatian kami, bagaimana koordinasi dan sosialisasi terus dilakukan," ujarnya.

Selain itu, Rifqi menyampaikan jumlah partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 sebesar 67 persen atau sama seperti Pilkada 2020 yang mencapai 67,69 persen.

"Target partisipasi pemilih 80 persen memang masih belum tercapai. Persentase partisipasi Pilkada 2024 kurang lebih sama seperti di tahun 2020 sebesar 67 persen. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi antusiasme masyarakat tidak sebanyak saat Pileg dan Pilpres, saat Pileg jumlah calegnya juga banyak dan tentunya yang menyosialisasikannya juga banyak. Itulah beberapa faktor yang mempengaruhi partisipasi pemilih saat Pilkada dibandingkan dengan Pemilu," tandasnya. (hgn/yit)

 

Editor : Slamet Harmoko
#Berita Sampit #KPU Kotim #sampit #pilkada serentak #kalteng #pilkada kotim