SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) terus membuktikan perubahan baik dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Sejak dua kampus Akademi Kebidanan dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKP) digabung menjadi Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) pada 10 Januari 2023 dan diresmikan 16 Mei 2023 lalu, Rektor UMSA bersama jajarannya terus berupaya memenuhi persyaratan penilaian akreditasi yang menjadi kewajiban di semua perguruan tinggi.
Dalam kurun waktu 1 tahun 11 bulan, UMSA menerima kabar baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Melalui Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor 2241/SK/BAN-PT/Ak/Pat/XII/2024, UMSA meraih peringkat "Akreditasi Baik Sekali" yang ditandatangani Direktur Dewan Eksekutif BAN PT Prof Ari Purbayanto per 15 Desember 2024 hingga masa berlaku 15 Desember 2029.
Bahkan, meski perguruan tinggi ini masih terbilang baru berdiri di Kota Sampit, UMSA menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Kabupaten Kotawaringin Timur yang meraih peringkat Sertifikat Akreditasi Baik Sekali. Sedangkan, empat perguruan tinggi swasta lainnya meraih predikat "Baik".
Rektor UMSA Ramadansyah mengatakan, proses pemenuhan persyaratan penilaian akreditasi sudah dilakukan sejak UMSA menerima SK Kemendikbud Ristek RI tentang Izin Penggabungan Akademi Kebidanan (Akbid) Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sampit menjadi Universitas Muhammadiyah yang ditetapkan di Jakarta pada 10 Januari 2023 lalu.
”Sejak kami menerima SK, kami mulai melengkapi persyaratan pemenuhan akreditasi perguruan tinggi. Selama enam bulan lalu persiapan visitasi dan pada 28-30 November 2024 lalu Tim Asesor BAN-PT melakukan survey penilaian lapangan," kata Ramadansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (21/12).
Selama tiga hari, Rektor UMSA bersama jajarannya menyambut kedatangan Tim Asesor BAN-PT dengan mengajak berwisata susur sungai di Sungai Mentaya, Kota Sampit.
Di hari kedua, tim asesor melakukan evaluasi lapangan untuk melihat kesesuaian dokumen yang dilaporkan. Tim Asesor melakukan wawancara secara langsung kepada seluruh penanggung jawab dan meninjau kelengkapan sarana dan prasarana, serta melakukan wawancara langsung kepada mahasiswa, dosen, alumni, serta UMSA untuk mengetahui bagaimana kepuasan pelayanan diberikan Universitas Muhammadiyah Sampit.
”Setelah survei lapangan, Tim Asesor memberikan beberapa rekomendasi. Pada umumnya terkait pengembangan UMSA ke depan. Termasuk peningkatan sarana dan prasarana serta peningkatan kualiatas SDM tenaga pengajar di UMSA," katanya.
Dari sisi sarana dan prasarana, UMSA sudah memiliki Laboratorium Komputer yang sudah dilengkapi 26 unit komputer dari bantuan Kemendikbudristek tahun 2024.
”Kami ingin terus memberikan layanan semaksimal mungkin kepada mahasiswa, agar mereka mereka nyaman belajar salah satunya menyiapkan sarana lab komputer dan ke depannya akan menambah ruang belajar," ujarnya.
Ramadansyah juga bertekad akan terus memperbaiki kualitas tenaga pengajar (dosen) di UMSA dengan memfasilitasi beasiswa melanjutkan pendidikan strata-3.
”Tahun pertama ada 42 dosen, sekarang jumlah dosen kami sudah ada 67 dosen, 4 dosen diantaranya sudah berpendidikan S-3 yaitu Dr Alivermana, Dr Anwar Muttaqien, Dr Gita dan Dr Fatiha," ujarnya.
Dia berharap semua dosen pengajar di UMSA berpendidikan S-3. Meskipun semua itu memerlukan proses secara bertahap.
”Tahun 2024 ada 4 dosen yang sedang lanjut sekolah S-3. Tahun 2025 rencananya ada 2 dosen lagi yang akan disekolahkan S-3 dan semua biaya sekolah itu difasilitasi UMSA. Kami inginnya semua dosen UMSA S-3, tapi semua itu perlu proses secara bertahap, karena semua upaya peningkatan SDM dan sarpras memerlukan dana yang tidak sedikit," ujarnya.
Lebih lanjut Ramadansyah mengatakan, UMSA memiliki tiga fakultas, yang terdiri dari 8 prodi jurusan pendidikan matematika, bahasa inggris, bimbingan konseling, ekonomi, informatika, agribisnis, kebidanan dan gizi.
”Delapan prodi ini saat ini sedang menyiapkan reakreditasi. Mulai Desember ini sudah penyusunan borang, setelah itu diusulkan, dilakukan penilaian borang dan insya Allah tahun depan akan dilakukan visitasi lapangan," ujarnya.
Wakil Rektor I UMSA Hardianti Aprina yang juga Tim Task Force Akreditas Institusi dan Program Studi UMSA mengatakan, sebelum dilakukan penilaian akreditasi, UMSA membentuk Tim Task Force Akreditasi untuk mempercepat kelengkapan syarat dokumen berkas.
”Selama enam bulan terakhir, Tim Task Force melaksanakan rapat secara rutin dengan timeline yang sudah ditetapkan. Selanjutnya dokumen akreditasi di kirimkan secara online ke link BANPT hingga akhirnya terlaksananya survey lapangan yang dihadiri tiga orang dari Asesor BANPT," kata Hardianti Aprina.
Ketua Tim Asesor BAN-PT Prof Dr Adang Suhendra mengatakan, ke depannya UMSA berpotensi berkembang.
”Kotim memiliki sumber daya alam yang sangat kaya yang bisa dikembangkan. Kehadiran UMSA diharapkan dapat menggali potensi daerah Kotim menjadi lebih maju," kata Dadang Suhendra usai melakukan survei lapangan, Jumat (29/11) lalu. (hgn/soc)
Editor : Gunawan.