SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Lomba Mancing Lestari Bupati Cup 2024 se-Kalimantan Tengah (Kalteng) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secara resmi telah dibuka oleh Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu (14/9). Ratusan pemancing dari berbagai daerah pun hadir.
Ketua Panitia Lomba Mancing Lestari Bupati Cup 2024 Ikhsan Humairi mengatakan, lomba ini berlangsung selama dua hari, 14-15 September. Pembukaan lomba digelar di Pelabuhan Selamat Datang, depan Masjid Jami Mentaya Seberang.
"Perlombaan mancing Lestari Bupati Cup 2024 dilaksanakan sepanjang kurang lebih 12 kilometer dari daerah Kampung Pipisan sampai dengan PT Sarpatim yang juga diisi dengan hiburan masyarakat dan sosialisasi dari beberapa lembaga dan instansi," jelasnya.
Ikhsan menjelaskan bahwa jumlah peserta lomba mencapai 550 orang dan diperkirakan masih bertambah karena pendaftaran baru ditutup saat hari pelaksanaan lomba mancing. Peserta dari Kotim, Pangkalan Bun, Palangka Raya, dan Pontianak.
Ada lima kategori yang akan diperlombakan, yaitu kategori udang galah terbesar atau terberat, ikan papuntin terbesar atau terberat, ikan sungai terbesar atau terberat, pemancing terunik, dan pemancing legend.
Masing-masing kategori lomba akan mendapatkan hadiah. Juara 1 mendapatkan Rp 1.250.000, juara 2 mendapatkan Rp 1.000.000, juara 3 mendapatkan Rp 750.000. Juara harapan 1 mendapatkan Rp 500.000, juara harapan 2 mendapatkan Rp 350.000, juara harapan 3 mendapatkan Rp 250.000. Hadiah utama satu unit sepeda motor bagi pemancing kategori udang galah terbesar atau terberat.
Bupati Kotim Halikinnor menyambut baik terselenggaranya lomba mancing ini dan berharap dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata mancing di Kotim.
"Kami menyampaikan ucapkan selamat datang kepada seluruh pemancing, semoga melalui momentum lomba mancing ini dapat menjadi media interaksi antarsesama pemancing dan masyarakat, sehingga dapat melahirkan sinergitas yang positif untuk bersama-sama mengenalkan lebih luas lagi potensi wisata mancing ikan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga berdampak pula dengan meningkatnya kunjungan masyarakat ke Kabupaten Kotawaringin Timur," ujar Halikinnor.
Halikinnor juga optimistis bahwa peningkatan kunjungan masyarakat ke Kotim akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di daerah ini.
"Apabila kunjungan masyarakat meningkat, tentunya berdampak positif pula bagi perekonomian masyarakat di daerah ini. Sebagai contoh mungkin, perahu masyarakat yang selama ini dipergunakan untuk kebutuhan sendiri, akan tetapi dengan adanya lomba mancing seperti ini, justru akan bertambah fungsinya, yaitu dapat disewakan kepada para pemancing untuk mengikuti lomba mancing," jelasnya. (yn/yit)
Editor : Slamet Harmoko