Penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2022/2023 sudah dibuka pendaftarannya mulai 1 Februari – 11 Juli 2022. Untuk PAUD, kuota dibuka sebanyak 30 orang, TK 10-15 orang, dan SD sebanyak 15-20 orang.
Yayasan Annida Qolbu dilengkapi dengan fasilitas 4 ruang kelas untuk Sekolah PAUD dan TK yang sudah berdiri sejak tahun 2018 dan 18 ruang kelas SD yang sudah berdiri sejak tahun 2016. Ada pula ruang laboratorium, ruang perpustakaan, bank mini, kantin, aula, dan masjid.
Selain itu, Yayasan Annida Qolbu sudah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah dengan Nomor BAN-SM/KTG/XII/2018 serta memiliki 15 pengajar. Ditambah 5 guru yang diperbantukan untuk mengajar peserta didik.
Adapun persyaratan pendaftaran bagi PAUD, TK, dan SD, di antaranya berusia minimal 4 tahun untuk PAUD dan minimal 5 tahun untuk TK. Sedangkan SD, usia minimal 6 tahun.
Setelah mengambil dan mengisi formulir pendaftaran, calon peserta didik diwajibkan melampirkan fotokopi akta kelahiran anak, kartu keluarga, dan KTP orang tua/wali, pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar, kemudian mengikuti tes dan wawancara orang tua dan anak.
Mengenai biaya pendaftaran, dimulai dari Rp 900.000. Namun, biaya dapat disesuaikan kondisi pekerjaan orang tua.
Ketua Yayasan Annida Qolbu Rohani mengatakan, SD IT Annida Qolbu menerapkan kurikulum pendidikan sesuai Kemendikbud dengan diintegrasikan melalui pengembangan aspek pembelajaran yang mengacu pendidikan agama Islam, yang meliputi ilmu aqidah, adab, fiqih, tahfidz quran, komunikasi bahasa Arab, dan bahasa Inggris.
Yayasan ini juga memiliki program unggulan, yaitu bimbingan aqidah, doa, zikir sesuai anjuran sunnah, tahfiz quran juz 26-30, pengenalan bahasa Arab dan bahasa Inggris, pengetahuan wirausaha sejak usia dini, hingga bimbingan bakat dan minat.
”Kami juga menyediakan asrama dengan kapasitas 300 orang. Untuk peserta didik yang memiliki orang tua yang sibuk, bisa dititipkan sampai zuhur dan bisa bermalam. Ini yang membedakan sekolah kami dengan sekolah lain,” kata Rohani kepada Radar Sampit, Senin (20/6).
Yayasan Annida Qolbu yang sudah dirintis sejak tahun 1997 mulanya merupakan sebuah rumah yang menampung anak-anak yatim piatu. Sejak tahun 2019, Yayasan Panti Asuhan Annida Qolbu berkembang menjalankan misi pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK hingga SD.
”Sekarang ada 50 anak panti asuhan yang kami asuh. Selama panti ini berdiri, sudah banyak alumni panti asuhan yang sukses bekerja, ada yang menjadi pegawai, dosen, dan penulis buku,” kata Rohani.
Pendirian yayasan yang dibangun Rohani didasari atas pengalamannya yang terlahir sebagai anak yatim.
”Saya juga anak yatim piatu. Saya bertekad mendirikan yayasan ini tujuannya untuk kemashlahatan umat. Saya tidak ingin anak-anak yatim piatu tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Anak yatim juga berhak meraih kesuksesan. Karena itu, dengan segala keterbatasan yang ada, saya menjalankan program menggratiskan pendidikan khusus anak yatim piatu,” tandasnya. (hgn/ign) Editor : Administrator