Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Desy Herlina Sari, Co-Founder sekaligus Owner Serba Harga Murah Girls Sampit

Tono Triyanto • Kamis, 6 Januari 2022 | 19:20 WIB
Photo
Photo

Merelakan cita-cita yang diimpikan menjadi keputusan berat yang harus diambil Desy Herlina Sari. Siapa sangka keputusan itu mengubah segalanya, meski menjadi pegawai tetap di salah satu bank pelat merah harus direlakan, bersama saudarinya, Desy mampu membangun bisnis fashion lewat Toko Serba Harga Murah di tiga kota, Sampit, Palangka Raya dan Pangkalan Bun.


SEPEDA motor yang ditunggangi terus digeber Desy. Tiga puluh menit sudah, wanita peraih cumlaude lulusan STIE Sampit tahun 2016 itu melaju di jalanan beraspal. Sebuah rumah berwarna putih tepat di sisi jalan negara menghentikan laju motornya.  Perbincangan singkat terjadi antar Desy dan seorang pria setengah tua yang sudah menunggu di depan rumah.  Kamera ponsel dikeluarkan dari dalam tas yang dipanggulnya. Rumah beserta sebuah mobil kemudian difotonya.

“Seperti itulah saya. Mending kalo yang disurvei dekat-dekat sini saja, tapi kalau sudah jauh itu yang memerlukan waktu dan energi banyak,” ungkap Desy mengawali ceritanya.

Sebelum fokus mengelola Toko Serba Murah Girls (SHMG) Sampit, selama setahun direntang tahun 2017, Desy bekerja sebagai karyawati bank pelat merah di Kota Sampit. Menempati bagian kredit, tak heran, Desy  tidak full berada di dalam ruangan ber-AC. Terkadang harus ke lapangan sebagai survei calon kreditur.

Pemimpin Bank BNI Cabang Sampit Agung FS Ibat Sebagai didampingi oleh Camat Kotabesi Ninuk Muji Rahayu menyerahkan bantuan 300 paket sembako bagi korban banjir di tiga desa Kecamatan Kotabesi melalui Posko Gugus Tugas, Senin (6/9).
Pemimpin Bank BNI Cabang Sampit Agung FS Ibat Sebagai didampingi oleh Camat Kotabesi Ninuk Muji Rahayu menyerahkan bantuan 300 paket sembako bagi korban banjir di tiga desa Kecamatan Kotabesi melalui Posko Gugus Tugas, Senin (6/9).
Toko Serba Harga Murah Girls (SHMG) yang berlokasi di Sampit, Pangkalan Bun dan Palangka Raya.

Berstatus karyawati bank, Desy tidak melepas usaha yang sudah dikelolanya bersama saudarinya.  Toko Baju Serba 50 Ribu Sampit (Sebelum berganti nama menjadi Serba Harga Murah Girls Sampit) di Jalan TarTar tetap dijalankannya. Sore hari setelah pulang dari bekerja di bank, Desy tidak langsung beristirahat pulang ke rumah. Desy kembali harus melayani pembeli di tokonya hingga menjelang malam.

“Pernah saking capeknya, pulang dari toko jam 11 malam pas sampai rumah langsung ketiduran. Tau-taunya pas bangun sudah pagi. Aktivitas seperti itu rutin saya lakukan. Pagi sebagai karyawan bank, malamnya mengelola toko,” ucap Desy mengenang masa-masa berat perjalanan hidupnya.

Perjuangan mengelola toko tidak hanya sekadar melayani pembeli, Desy juga harus mengambil sendiri barang orderan di gudang ekspedisi tanpa menunggu diantar jasa kurir. Menggunakan sepeda motor kesayanganya, Desy menerobos dinginnya malam demi memanjakan calon pembeli. Bukan perkara mudah membawa barang yang dipesan. Dibungkus karung plastik berwarna putih untuk satu koli orderan terkadang desi malam itu juga harus bolak balik dari toko menuju gudang ekspedisi.

Kerja keras yang terus menerus dijalankan menjadikan Desy tumbuh menjadi wanita dengan semangat tinggi dalam menjalani hidup. Bahkan semasa kuliah Desy merelakan masa mudanya tidak berjalan seperti mahasiswi lazimnya. Selepas kuliah, bukan kongkow bersama teman satu gengnya, justru Desy memilih mengurus toko fashionnya.

“Awalnya berat, tapi setelah dijalani dan sudah tau ritmenya kita easy going.  Dari kuliah sampai lulus dan bekerja di bank tetap dijalankan bersama-sama. Yang penting selama didukung penuh keluarga dan ikhlas saya percaya akan menghasilkan yang baik juga,” ungkap Desy.

Desy mengaku baru dihadapkan pada pilihan berat, saat dirinya diterima sebagai pegawai tetap di bank tempatnya bekerja. Memiliki pekerjaan yang diimpikannya sejak lama tentu senang bisa lolos seleksi karyawan tetap di bank pelat merah. Apalagi proses itu dijalani dari bawah dan berproses bertahun-tahun. Justru yang membuatnya bimbang soal penempatan kerja. Desy ditempatkan di area Palangka Raya.

“Saya bingung saat itu mana yang harus dipilih. Meninggalkan Kota Sampit dan usaha yang sudah dirintis bersama mbak atau merelakan cita-cita yang saya impikan,” kata Desy.

Setelah berkonsultasi dengan orangtua dan mempertimbangkan dari berbagai aspek, Desy mengambil keputusan berat dengan melepas karirnya sebagai pegawai bank. Kesempatan di depan mata menjadi karyawan tetap dibuangnya. Desy memilih fokus mengelola bisnis yang dari awal dikelola bersama kakaknya.

Photo
Photo
Desy Herlina Sari bersama saudarinya Deva Yulystina dan sang ibu tercinta.

Hasil tempaan sebagai pekerjaan keras, tidak salah keputusan itu diambil. Desy mengaku menjadi lebih leluasa dan bisa fokus dalam menjalankan usahanya. Sepanjang tahun 2018, usaha toko fashionnya terus menanjak. Orderan semakin ramai begitu juga pembeli bertambah banyak. Barang dagangan yang dijual juga semakin variatif, tidak hanya fashion khusus wanita, tapi juga tas, sepatu, sandal, hijab dan aksesoris pendukung lainnya.

“Jika sebelumnya pikiran terbagi-bagi sekarang bisa fokus. Semangat untuk lebih sukses tumbuh berlipat-lipat. Dan saya percaya Allah yang sudah merencanakan semua ini. Saya sekarang legawa  melepaskan cita-cita, tapi dari usaha ini bisa membantu orang lain untuk bekerja di sini,” ucap Desy berkaca-kaca.

Dalam menjalankan usahanya, Desy mengaku banyak menghadapi kendala. Terlebih setelah bermunculan kompetitor dengan usaha serupa dan menggunakan nama yang hampir menyerupai. Tidak sedikit yang mengira, toko-toko yang menyerupai itu bagian dari cabang usahanya.

“Prinsipnya kita harus lebih satu langkah. Itu yang selalu kami jalankan. Misalnya soal produk kita selalu menyesuikan dengan trend. Setiap ada model terbaru, barangnya selalu ada. Bahkan kita dalam seminggu mendatangkan dua sampai tiga kali barang baru, dan itu yang tidak dilakukan kompetitor lain,” jelas Desy.

Untuk lebih memajukan usahanya Desy berbagi tugas dengan kakaknya, Deva. Desy bertugas mengurus toko termasuk melayani pembeli, serta menggkoordinasikan dengan tim. Sementara sang kakak fokus meriset model pakaian yang akan dijual dengan menyesuaikan trend fashion yang sedang berkembang.

Di tahun 2022, Desy mengaku berencana akan membesarkan salah satu toko di cabang yang dibukannya.

“Prospeknya masih besar, cabang mana itu masih rahasia. Biar nggak penasaran bisa kepoin diakun instagram resmi kami,” tutup Desy. (ton)

 

 

 

 

 

 

  Editor : Tono Triyanto