Radar Utama Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno Kalteng

7 Tahun Toko SHMG Sampit; Pioner Penyedia Pakaian Termurah dan Terlengkap

Tono Triyanto • Senin, 15 November 2021 | 08:00 WIB
Lokasi toko SHMG Samppit di ruko tiga lantai Jalan AIS Nasution.
Lokasi toko SHMG Samppit di ruko tiga lantai Jalan AIS Nasution.
Toko SHMG (baca: Serba Harga Murah Girls) Sampit genap berusia 7 tahun. Perjalanan toko yang menjadi pengusung konsep “serba murah” ini penuh lika liku. Dari sebuah toko kecil dengan modal  minim, sekarang menjelma menjadi toko besar dan menjadi rujukan kaum hawa berbelanja  kebutuhan fashionnya.

MASIH membekas diingati Desy HS dan D. Yulystina, tujuh tahun silam. Bermodalkan satu karung busana wanita senilai Rp 5 jutaan, kakak beradik ini memulai usaha jualan baju. Menempati ruko satu pintu berukuran kecil di Jalan Tartar Sampit, mereka saling bahu membahu merintis usaha yang masih sangat asing untuk dijalankan.

“Semuanya diawali dari sama-sama suka fashion dan senang belanja fashion secara online. Setelah ngobrol beberapa bulan dengan kaka (baca: D. Yulystina) kemudian kami mulai berani mencoba dengan apa adanya membuka usaha toko ini, bismillah dulu aja,” ucap Desy HS, mengenang saat merintis membuka usaha fashion mereka.

Saat awal beroperasi di tahun 2014, nama yang diambil adalah Serba 50Ribu Sampit. Pilihan nama itu untuk memberikan ingatan yang mudah kepada konsumen. Serba50Ribu Sampit sebagai toko penyedia beragam jenis fashion termurah tapi berkualitas.

“Awalnya memang peminatnya tidak seramai saat ini, penuh dengan perjuangan dan doa. Tantangan awal itu bagaimana membuat orang-orang tahu toko ini (baca: Serba50Ribu Sampit) dan bisa dikenal. Alhamdulillah, berkat doa dan restu dari orang tua secara perlahan di akhir tahun pertama peminat dari produk fashion yang kami tawarkan mulai meningkat,” jelas D. Yulystina.

 

Photo
Photo
Lokasi awal toko SHMG Sampit di Jalan Tartar

Dengan semangat memasuki tahun kedua hingga ketiga, bisnis fashion yang dikelola dua bersaudari ini terus meroket. Tingginya permintaan akan kebutuhan fashion saat itu, mengharuskan Desy menambah luas usahanya lagi. Satu pintu ruko disampingnya kembali mereka sewa.

“Sampai tahun ketiga (baca: 2016) kita memafaatkan dua unit ruko untuk usaha ini. Dan memasuki tahun 2017 kita kembali menambah satu pintu ruko lagi. Total ada tiga ruko yang kita maksimalkan melayani konsumen untuk berbelanja akan kebutuhan fashionnya,” ungkap Desy.

Semakin tingginya permintaan jenis fashion, khususnya kaum hawa, memicu munculnya toko sejenis dengan konsep yang sama. Hingga mereka harus mengubah nama usahanya menjadi Serba Harga Murah Group (SHMG). Tidak sedikit masyarakat yang bertanya dan beranggapan toko yang berlabel “Serba Murah” yang menjamur di Kota Sampit dan sekitarnya adalah bagian dari group atau cabang SHMG. Bahkan ada yang komplen tentang barang dan pelayanan padahal bukan di toko SHMG.

“Saat itu sempat kaget dan takut akan reputasi juga citra baik toko terganggu.

Makanya setelah dipikirkan bersama dengan seluruh tim, kata Group kita ganti menjadi Girls dengan lengkapnya Serba Harga Murah Girls,” jelas D. Yulystina, menambahkan.

Yulystina juga mengubah penyebutan toko mereka agar lebih mudah diingat, sekarang hanya menjadi sebuah singkatan. Dengan hanya menyebut singkatannya ada pembeda dengan usaha sejenisnya.

“Branding kita sekarang menyebutnya cukup dengan SHMG Sampit tidak perlu repot lagi menyebutkan toko kita yang terlalu panjang, Serba Harga Murah Girls Sampit,” kata Yulystina sambil tertawa kecil.

Di tahun 2020, SHMG Sampit pindah ke toko tiga lantai di Jalan AIS Nasution. Namun, kepindahannya ke lokasi baru itu bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang mulai mewabah, sehingga penuh risiko dan tentunya biaya yang sangat besar.

“Rencana opening sempat tertunda karena pandemi COVID-19, yang awal rencana opening di bulan April 2020 kita baru berani untuk opening di bulan Agustus 2020 setelah mendapat izin dan pengawasan dari tim satgas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Desy.

Seiring berjalannya waktu sejak kepindahan ke lokasi baru, ternyata pandemi masih belum berakhir dan berefek kepada turunnya daya beli masyarakat khususnya di bidang fashion.

“Kita juga sempat melakukan pengurangan jam kerja dan pengurangan gaji terhadap tim kami, karena pengunjung berkurang hingga 75 persen. Kami melakukan ini setelah berdiskusi bersama dengan harapan semua tim tetap bisa bekerja dan toko pun tidak tutup, namun situasi ini tidak lama, setelah itu kita kembalikan normal lagi hingga sekarang untuk jam kerja,” jelas Yulystina.

Selain di Sampit, SHMG  juga membuka cabang di Palangka Raya dan Pangkalan Bun dengan  total karyawan sekitar 50 orang. Semua asli putri daerah atau warga sekitar toko. Untuk pelanggannya SHMG tidak hanya berasal dari Kota Sampit namun juga dari beberapa kabupaten tetangga bahkan hingga luar Provinsi Kalteng.

Toko SHMG kerap kali menjadi pilihan lantaran harganya yang merakyat, dari harga Rp 30 ribu kaum hawa sudah bisa mendapatkan beragam aksesoris ataupun kaos yang bisa dipakai untuk sehari-hari.

"Kalau aksesoris kita malahan ada yang harga Rp 5 ribu an. Dan untuk perlengkapan new normal kami kasih harga spesial seperti masker dengan berbagai macam jenis hingga faceshield," kata Desy.

Harga murah yang ditawarkan Toko SHMG memang disesuaikan dengan target pasarnya untuk kaum milineals dan ibu-ibu muda. Dimana  harga barang-barang tidak ada di atas Rp 200 ribu, sehingga pas di kantong.

"Meski murah kita tetap mengutamakan kualitas agar tidak sekali pakai sudah rusak. Barang-barang kita tidak kalah juga dari butik, bahkan tas impor di butik kadang Rp 300 ribu lebih, sedangkan di kita lebih murah dengan kualitas yang sama," bebernya.

Sementara untuk barang-barang yang di jual, mereka langsung mendatangkan dari luar pulau dan di pilih langsung oleh tim khusus mereka. Sehingga barang-barang yang di sediakan selalu yang terbaru dan mengikuti perkembangan tren yang lagi viral saat ini. Hampir 80 persen produk yang dijual di SHMG adalah produk UMKM asli Indonesia dan fashion, tas, sepatu hingga aksesorisnya.

Untuk pemasaran SHMG Sampit tidak hanya melakukan secara offline tapi juga online menggunakan media sosial instragram, tiktok bahkan youtube dengan tim yang memang ahli di bidang tersebut.

Adapun instagram SHMG bisa dicek di @serbahargamurahsampit untuk di daerah Sampit, @serbahargamurahpalangkaraya untuk di wilayah Palangka Raya dan @serbahargamurahpangkalanbun untuk daerah di Pangkalan Bun.

Moto dari toko SHGM “Ngga Gercep Ngga Dapat…!! Uang bisa dicari tapi barang kami belum tentu datang lagi”. (ton/soc)

 

 

  Editor : Tono Triyanto